“ Tom lo dimana? gue ma ivan di warung pecel ayam, dari depan stasiun, lo jalan k arah kanan nanti d situ ada warung pecel ayam satu2nya “
Setelah menunggu sekitar 15 menit tomy nongol
dengan ceril yang di bungkus raincover
warna biru berinisial “ L “ yang katanya sponsornya dia “ padahal gw tau bgt itu Cuma omongan dia
biar dikata keren….hahahaha ”
Akhirnya kita ngobrol ngalor ngidul
sambil ditemenin pecel ayam,dan es jeruk , dari sms itulah sepulang dari gunung
SLAMET didepan stasiun purwokerto obrolan SINDORO & SUMBING berawal……. Dan
di sepakati tanggal 8 – 12 Mei kita
ngesot di double “ S “
8 Mei 2013 jam dikantor sudah menunjukan
pukul 11.30 ada waktu 30 menit lagi tapi kerjaan masih seabrek, kerja lembur di
hari senin tgl 13 mei sudah membayang…….
“ walaaahhh gelagat ngantuk abis neeh
“……
Neng nong……jam istirahat akhirnya
berbunyi , para karyawan siap2 makan siang….Lah gue malah sibuk ganti kostum
gendong ceril segede gaban celinguk celinguk seperti mata – mata mau memastikan
keadaan aman………dan dirasa situasi aman, maka…….. kaboooorrrrr…….
Urusan main petak umpet sama bos beres ……. hahaha…kelakuan ……
Jam 16.00 udah nyampe st.senen, kecepetan…… bergegaslah menuju loket
penukaran tiket online, ga sampe 5 menit urusan tiket beres….4 lembar tiket
kereta bisnis sawunggalih utama udah di tangan, kereta berangkat jam 20.30
sekarang masih jam 4 sore…..” walahh ngapain nih gw “….. Karna belum shalat
ashar dan menunggu teman yg mau ngambil kaos masjid di sebrang st.senen lah jadi
tempat transit dan menunggu….waktu berlalu dan adzan maghrib pun berkumandang,
setelah selesai shalat maghrib tiba2 ada yg ngajak salaman dan bilang “ Kang
denz “ dua sejoli Danu dan pipit nongol,
padahal kita ga janjian d sana….. ane kenal 2 sejoli ini ketika mandaki
gunung cikuray, jadi ingat celotehannya bang Ir…. “ si cora ma pipit mah
casingnya doang yang cewe padahal isinya cowo “ benar sih 2 cewe ini emang pendaki tangguh……..
Setelah mereka selesai shalat maghrib
dimulailah sedikit obrolan, dan sepertinya ada yang kena racun
rinjani….hahaha….yeesss……. setelah menyerahkan kaos ga lama akhirnya kita
berpisah karna sms hp berdering FARIDA sudah sampe st.senen, ane nyebrang
menuju st.senen danu dan pipit ke parkiran motor dan lanjut belanja barang
titipan teman- temannya di Kalimantan.…., ga lama setelah itu sms kembali berdering
SARI udah ada d depan Dunkin Donuts st.senen…… Tomy sebentar lagi sampe. Yang 2
orang ni belum jelas ada d mana… ..
Jam 20 lewat Ane, SARI, FARIDA, TOMY, CORA Dan BISMI
akhirnya kumpul dan bergegaslah menuju kereta yang udah standby dari tadi……
setelah menemukan no kursi dan menyimpan ceril masing-masing yang beratnya bikin mules dimulailah perjalanan 7 jam di
kereta dengan di selingi cekakak cekikik kadang ngakak sampai rasa kantuk
datang………..
( Setelah tiba di st.kutoarjo )
Jam 03.30 sesuai jadwal yang tertera di tiket
kereta sampai di st.kutoarjo, bergegas kami turun beristirahat sambil menunggu
waktu shubuh tiba, setelah menunaikkan kewajiban shalat shubuh kami melanjutkan
perjalanan dengan angkot menuju terminal
purworejo….. selama d angkot kami bertemu beberapa ibu2 yang mau berangkat ke pasar menjual hasil
kebunnya….. iseng aku Tanya …
" Ibu mau ke pasar ya..... "
Dengan logat jawanya yang medok, ibu itu
menjawab dengan sangat ramah… ….. hal yang sudah jarang kami temukan di kota
hiruk pikuk Jakarta.
“ Iya de, Ade ini dari mana ”
“ Kami dari Jakarta bu, mau ke gunung
sindoro dan sumbing “
“ Oalahh dari Jakarta to “ Tetap dengan
sapa dan senyum ramahnya
“ Ibu jualan apa di pasar “
“ ini to de, ibu mau jual sayuran “
sambil menyingkap tutup wadah yang di bawanya
“ Harganya berapa bu “ Sambil memegang
seikat sayuran yang masih segar
“ ini 5000 seikat de “
Tanpa pikir panjang
“ ya udah bu saya ambil seikat ya “
Sepanjang jalan kami ngobrol dengan ibu - ibu
ramah itu sampai akhirnya dia turun d pasar tujuannya, sambil saya bantu
menurunkan sayuran, si ibu berpesan.
“ hati – hati ya de, nanti ade turun d
perempatan plasa di situ banyak bis yang ke arah wonosobo “
Ibu - ibu setua
itu, pagi - pagi buta, tiap hari membawa barang dagangan yang saya pikir terlalu
berat untuk ibu setua itu……….
Tidak lama setelah itu kami turun di
perempatan bis yang mengarah ke wonosobo…karna hari libur kata bapa – bapa yang
ada di sana bis yang ke wonosobo datangnya nanti jam 6…sambil menunggu bis
datang kebetulan disitu ada tukang bubur ayam nongkrong, maka semangkuk bubur
ayam cukup untuk mengawali pagi di purworejo……
Sewaktu memesan bubur hal lucu terjadi…..
Lah ko ni tukang bubur logatnya beda…..
tiba – tiba dia menyapa
“ Bade Kamana kang nyandak ceril, ka
sindoro apa ka sumbing…?? “
Gue ga lagi di garutkan….. Gue lagi di
purworejo kan…….????
“ Ari akang ti mana naha tiasa nyarios
sunda “
“ Ari abdi mah ti banjar kang “
“ Kumaha caritana si akang tiasa icalan
bubur di purworejo “
“ Hahaha…kagetnya kang….. Istri abdi
orang purworejo, ari ka pungkur mah abdi damel di Jakarta di daerah pulogadung,
5 tahun jadi buruh pabrik tapi nya kitu lah nasib karyawan alit mah…. Kontrak
abdi teu di perpanjang , milarian damel kaditu kadie teu kenging wae nya tos
akhirna pulang kampung ka lembur istri di purworejo, awal namah ti dinya kang
tiasa icalan bubur di die teh“
Dari obrolan kami ber dua sukses membuat
orang - orang di sekitar sedikit bengong…mungkin mereka pikir ko di purworejo ada dialog sunda ya……hehehehe
Pelajaran lagi yang q dapat, di luar sana
pasti banyak yang nasibnya sama dan mungkin lebih tragis dari nasibnya kang amar
orang banjar yang berjualan bubur di
perempatan purworejo……
Beberapa menit kemudian mini bis yang
kami tunggu datang, CORA beraksi mempraktekan akal bulus nya dalam hal tawar
menawar, logat batak dan logat jawa
beradu kuat di sana butuh beberapa menit CORA untuk meluluhkan hati sang kernet
bis…..maka DEAL, disepakati lah harga untuk kami ber 6…Tepuk tangan untuk CORA
yang berhasil meluluhkan hati sang kernet bis…….
setelah ceril dan peralatan lenong kami
naik ke atap bis maka duduk manis lah kami sampai ke perempatan pasar
wonosobo……
Jalan yang kami lalui sedikit memutar karna jalur utamanya sudah dua
tahun longsor dan sampai sekarang belum diperbaiki…..ya betul saya ga salah
ketik…dua tahun………. !!!!!
Jalan berkelok naik turun bukit kami lalui, dari jauh
terlihat SINDORO SUMBING berdiri dengan gagahnya.
Kurang lebih jam 8 pagi kami sampai
diperempatan pasar wonosobo, setelah menurunkan ceril berpencar lah kami ber
6….FARIDA nyari toilet, SARI dan CORA mengelauarkan naluri ibu rumah tangganya,
belanja kebutuhan kita selama mendaki, BISMI sarapan sambil menunggu ceril, ANE
dan TOMY bergegas pula nyari toilet….. Setelah semua hajat, sarapan dan
kebutuhan logistics kami selama mendaki di rasa cukup maka bergegas kami
mencari mobil yang ke arah basecamp sindoro di desa kledung temanggung…..sekali
lagi CORA beraksi dengan akal bulusnya, dan lagi lagi kernet bis terpedaya oleh
dia……..
Jam 9 kami tiba di basecamp sindoro yang
berdampingan dengan balai desa kledung, setelah SIMAKSI dan repacking beres
briping pendakian di mulai……kita memutuskan untuk tektok dan kembali ke
basecamp nanti malam, maka barang - barang yang dibawa hanya makanan, air, jas hujan,
headlamp dan beberapa peralatan emergency. ceril, SB, tenda, matras dll kami titip d basecamp…..
( Basecamp )
Jam 10 kami mulai tracking……Dari basecamp pendakian dimulai melalui jalur berbatu yang disusun
rapi melewati perkampungan warga dan hamparan kebun tembakau yang sangat
luas, perjalanan baru dimulai beberapa
langkah kami sudah disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah……
“ maha
suci allah dengan segala ciptaannya “
Dipertengahan kebun tembakau dan teriknya
matahari FARIDA mulai terlihat kecapean, dan sepertinya kondisi badan dia sedang kurang sehat, setelah
bertemu dengan tempat yang aga teduh oleh rindangya pohon kami memutuskan untuk
beristirahat karna melihat kondisi FARIDA….beberapa obat dalam kotak p3k BISMI
diberikan sekedar untuk meringankan rasa mual yang FARIDA
rasakan…… beberapa menit beristirahat
kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 1. Dari basecamp ke pos 1 kurang
lebih kami butuh waktu 1,5 jam…. Di pos 1 kami beristirahat agak lama.
Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju
pos 2, jalur yang kami lalui masih terhitung landai dengan diselingi beberpa tanjakan
yang tidak begitu terjal….selama perjalanan dari pos 1 ke pos 2 kondisi FARIDA
semakin terlihat kalau dia sedang tidak sehat…..dengan keuletan dan semangatnya
walau kondisi badan sedang tidak fit FARIDA dan kami sampai pula di pos 2…..
Jam 14.00 kami sampai di pos 2.
( Sesaat sebelum pos 2 )
Di pos 2 pula kami membuka bekal nasi yang di bungkus
dari basecamp…setelah makan, istirahat dan shalat…ANE, TOMY dan BISMI berembuk
untuk merubah rencana awal karna melihat kondisi FARIDA, cuaca dan waktu yang
terlalu sore…. Beberapa menit kami bertiga diskusi maka diputuskan ANE turun
kembali ke basecamp untuk membawa tenda, logistics, SB, matras dll… sedangkan
TOMY, BISMI, SARI, CORA dan FARIDA melanjutkan perjalanan menuju pos 3…….
Jam 14:20 saya kembali turun ke basecamp
dengan hanya membawa bekal ¼ air dalam
botol minum ukuran 800ml….Dengan sedikit berlari dan kadang sprint kalau
menemukan jalur yang landai, yang ada di
pikiran waktu itu gimana caranya supaya secepat mungkin sampai d basecamp dan kembali ke pos 3 sebelum
gelap……. Kurang lebih 30 menit saya sampai di pos 1….. celingak celinguk sapa
tau ada ojeg atau penduduk yang membawa motor dan ternyata tidak ada…..
Di pos 1 ternyata sudah banyak dengan pendaki yang baru sampai….dan ada tiga orang pendaki dari Jakarta yang salah satunya
tau nama saya…..
“ Kang denz, ada di sini “ sambil menjulurkan
tangannya untuk berjabat tangan……
Dengan sedikit mengerutkan kening saya
mengingat - ngingat siapa orang yang menyapa ini, sambil menjabat tangan dia…… dan sampe
sekarang pun saya ga tau nama dia siapa…….hehehehe
“ ehh…ente ke sindoro juga, ma siapa aja
“ Jawab saya sok kenal………
“ ane ma rudi dan bagus kang “ nah
loh…siapa pula ini…..yang satu aja belum ingat…ini udah ada dua nama tambahan………
“ Kang sory ya saya ga bisa lama – lama, harus turun lagi ke basecamp ngambil peralatan yang ditinggal di sana,
nanti kalau ketemu di pos 3 kita lanjutkan aja ngobrolnya “
Langsung saya sedikit berlari menuju jalur perkebunan
tembakau….beruntung setelah beberapa puluh meter ketemu dengan ojeg…..
tanpa pikir panjang dan tanpa negosiasi langsung minta di anter ke basecamp…..
Sesampainya di basecamp secepatnya
lapor ke petugas kalo plan awal dirubah, butuh waktu agak lama untuk packing
dadakan sampe maximal ceril terisi penuh….barang apapun yang masih bisa masuk saya masukan ke dlm ceril…..dua tenda, tiga sleping bag, tiga matras, logistics, beberapa botol
air dll…..semuanya saya jejelin sampe tuh ceril menjerit…..….setelah d rasa
ceril udah ga sanggup lagi dijejelin barang apapun bergegas naik ojeg lagi
yang sengaja di suruh standby nunggu selesai packing……….. tidak butuh waktu lama saya sampai di pos 1 kembali………
“ berapa pa ……..?? “
“ 50rb mas “ Sial…gue di getok tukang
ojeg
Tanpa banyak berdebat saya langsung bayar
tuh tukang ojek….ya sudahlah….. bukan itu yang jadi pikiran waktu itu….yang
ada secepatnya naik kembali menyusul teman - teman di pos 3……….
Sesampainya di pos 2 beristirahat
sebentar dan menunaikan dulu shalat ashar……..
Perjalanan menuju pos 3 beberapa
kali bertemu dengan pendaki lain…lumayan lah ada teman selama perjalanan……
Alhamdulillah..... hari sudah aga gelap saya sampai di pos 3…..ga tau jam berapa…….
Ketika nongol di tanjakan terakhir sebelum pos 3 …terlihat teman - teman lagi asik
poto dengan latar belakang gunung sumbing……..Syukurlah mereka semua sampai di
pos 3 dan kondisi FARIDA sepertinya sudah aga membaik……….
( Suasana di pos 3 )
Karna hari yang sudah semakin gelap dan
udara yang mulai dingin saya ga bisa lama - lama beristirahat karna harus secepatnya
mendirikan tenda sebelum pendaki lain sampai dan lapak d pos 3 habis……… setelah
tenda berdiri koki – koki dadakan dengan hasil seadanya pun beraksi……dan tetap
hasilnya sama kawan….makanan di gunung Cuma ada dua…enak dan enak bgt……
Malam itu sindoro sangat bersahabat…….
Cuaca yang tiba - tiba berubah jadi cerah, bintang -bintang yang menghiasi indahnya langit
malam sindoro, disebrang sana samar -samar terlihat gunung sumbing…. walaupun udara
aga dingin tapi semua terasa hangat dengan kebersamaan……..
Suasana seperti ini jadi teringat waktu ngcamp dipinggir ranu kumbolo semeru…….lagu
mahamerunya dewa19 mengalun indah di
telinga…….
Mendaki
melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo
Menatap jalan setapak
Bertanya - tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Bertanya - tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru
berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa
Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa.......
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa
Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa.......
Bukan
gunungnya tapi arti kebersamaan dan persahabatan yang terkandung dalam lirik
lagu, yang membuat tiba - tiba teringat lagu itu………..
Malam
di pos 3 sindoro kami lewati dengan kebersamaan walau pun dengan peralatan yang
minim, karna kondisi FARIDA yang sudah kedinginan maka 1 sleping bag dan 1 hypotermia
blanket sengaja di pakai FARIDA karna untuk mencegah hal lebih buruk
terjadi…..sisa dua sleping bag……… satu sleping bag dipakai berdua oleh SARI dan CORA….dan sisanya satu sleping bag lagi dipakai ber tiga oleh saya, TOMY dan BISMI…..maka undian pun dilakukan
untuk menentukan pilihan siapa yang tidur di tengah dengan tujuan untuk sedikit
mengurangi rasa dingin………. Sial si TOMY ternyata pemenangnya…… dengan tawa
penuh kemenangan dia mulai merabahkan tubuhnya di tengah2 saya dan BISMI…….. oke
lah malam ini kita tidur dengan sedikit menahan rasa dingin, mungkin karna
kondisi tubuh yang kecapean selama perjalanan kami semua pun
terlelap…….
Jam
03:00 alarm berdering dan satu persatu
mulai terjaga dari pelukan sindoro......sebagian memasak untuk bekal energy
selama summit dan sebagian lagi mempersiapkan barang dan peralatan apa saja
yang akan di bawa…… Tapi sayang FARIDA tidak bisa melanjutkan perjalanan ke
puncak karna kondisi tubuhnya yang tidak sehat dan kalau memaksakan muncak
takut hal yang tidak di inginkan terjadi….dengan berat hati kami meninggalkan
FARIDA di tenda dan beruntung pula teman yang bertemu di pos 1 yang ga tau
namaya ternyata dekat dengan tenda kami, jadi kita berlima tidak begitu kawatir
meninggalkan FARIDA di tenda karna ada teman yang menemani…….
Sebagai
manusia yang merasa sangat lemah di antara kekuatan alam dan allah, sebelum berangkat kami berlima pun berdoa meminta
perlindungan kepada allah……. Perjalanan ke puncak pun dimulai…. Jalan terjal
berbatu mulai kami lalui….. berlima kami berjalan beriringan di tengah gelapnya
malam dan udara yang manusuk kulit……. Ditengah perjalanan samar – samar kami
dengar adzan shubuh berkumandang…. Kami putuskan untuk beristirahat dan
menunaikan shalat shubuh dahulu…….Jalur yang kami lalui semakin terjal dan
semakin terbuka…..angin malam yang dingin menerpa tubuh kami berlima…. Tapi
tekad kami tetap bulat….. terus berjalan….terus berjalan…. Puncak sindoro di
atas sana…….
Dan
ketika menoleh ke belakang…… di saat horizon mulai menguning, di upuk timur…… mata
sambil berkaca – kaca dalam hati mangucap takbir……… “ allahhu akbar “ engkau
maha besar ya allah…. Ciptaanmu sungguh indah….. terimakasih engkau telah menganugrahkan kami
alam Indonesia yang indah ini……. “ SUNRISE DI SINDORO”
30 menit kemudian kami sampai di puncak SINDORO…… Subhanallah….. terimakasih yaa
allah engkau telah memberi kami kesempatan berdiri di tempat seindah ini……
hamparan awan berada dibawah kaki kita……
( Puncak Sindoro )
Setelah
puas menikmati keindahan puncak SINDORO kami pun bergegas turun ke pos 3….sesampainya
di pos 3 nampak FARIDA yang sedang berbaring….istirahat sebentar, makan apapun
yang bisa jadi sumber energi untuk turun, secepatnya kami packing karna kami
harus segera menuju basecamp untuk melanjutkan perjalanan ke gunung sumbing……..
Perjalanan
turun kami lalui dengan lancar dan dengan waktu yang lebih singkat dibanding
saat kami naik…. Jam 3 sore kami sampai di pos 1….karna untuk mempersingkat
waktu kami putuskan untuk naik ojeg menuju basecamp…kebetulan waktu itu tukang
ojeg lagi kumpul di pos 1…. Jam 15: 30 kami sampai di basecamp sindoro,
secepatnya ane laporan kepada petugas basecamp….ternyata dari kerumunan pendaki
yang berkumpul d basecamp ada teman kami dari jogja yang dulu kenal waktu
mendaki bareng di gunung papandayan…Dokter adryan…. Lama tak berjumpa kami
sedikit basa basi dan ngobrol…….
Tak
lama kami di basecamp, setelah repacking, membeli logistics untuk bekal mendaki
gunung sumbing kami pun berpamitan dengan petugas basecamp dan beberapa pendaki
yang baru sampai di basecamp, celingak celinguk ane mencari dokter adryan….dan
ternyata beberapa menit yang lalu dia sudah berjalan bersama teman -temannya menuju
pos 1…..
1
jam kemudian kami sampai di basecamp gunung sumbing sebenarnya jarak antara kedua
basecamp ini hanya 2 km tapi karena cacing dalam perut kami udah berontak maka
kami singgah dulu di rumah makan sebelum ke basecamp…….Sebelum magrib kita
sampai di basecamp sumbing, setelah berkonsultasi sedikit dengan petugas
basecamp akhirnya kita memutuskan lewat jalur lama dan menggunakan jasa ojeg ke
pos 1, karna kalau di tempuh dengan jalan kaki jarak antara basecamp ke pos 1
kira – kira butuh waktu 2 jam berjalan kaki,setelah shalat magrib dan packing
ulang kita lalu melanjutkan perjalanan mendaki gunung sumbing, tapi sayang
karna kondisi kesehatan FARIDA yang belum pulih terpaksa FARIDA tidak ikut kami
melanjutkan perjalanan dan memutuskan untuk beristirahat di basecamp …Salut deh
untuk si abang ojeg medan offroad dengan beban ceril dan boncengan cukup dengan
waktu 20 menit………
Tepat
waktu isya kita sampai di pos 1 sambil beristirahat sejenak kita menunaikan
dahulu shalat isya….setelah selesai dan berdoa jam 19:30 perjalanan kami
lanjutkan…. Berlima kami berjalan beriringan menembus pekatnya malam di hutan
gunung sumbing, Jalur yang kami lalui sedikit terjal dan licin mungkin karna
gelap kami tidak melihat tanah yang kami pijak berlumut…30 menit perjalanan
kami lalui tanpa masalah dan lancar tetapi beberapa jam kemudian kami mulai
merasakan ada yang aneh dengan jalan yang kami lewati….berawal dari suara
burung yang berputar – putar diatas kepala kami yang selalu mengikuti kemanapun
kami melangkah, tengkuk yang tiba - tiba merinding, semakin lama hutan yang kami lewati semakin lebat….ilalang yang
tingginya melebihi tubuh kami, hingga akhirnya kami sadar ketika kami menemukan
jalan buntu yang penuh dengan berbagai jenis tanaman merambat seperti rotan
yang menghalangi tubuh kami sekedar untuk menyelinap disitu kami baru menyadari
bahwa kami sudah keluar jalur dan tersesat jauh masuk kedalam hutan… berlima
kami berusaha untuk tenang dan coba menerapkan metode STOP ( Stop Thinking
Observe Planing ) walaupun kami berlima tahu dan merasakan dilingkungan kami
ada yang tidak beres tetapi untuk menjaga agar suasana tetap tenang kami
berusaha untuk tidak saling mengungkapkan….yang saya rasakan mungkin juga ke 4
teman saya seolah – olah kami berlima itu digiring untuk terus masuk ke dalam
hutan….disaat kami berdiskusi dan diambil keputusan untuk berbalik arah yang
saya rasakan kami seperti diawasi oleh puluhan tatapan mata dan suasana yang
kami rasakan semakin tidak nyaman…..
Hingga
pada akhirnya………Disaat kaki akan melangkah, mungkin bayangan pohon, halusinasi atau mata
saya yang salah dalam beberapa detik didepan jalan yang akan saya lalui seperti
ada bayangan hitam besar yang menghalangi jalan……Kaki tiba – tiba terasa berat
susah sekali untuk diajak melangkah, …..ceril yang saya yang saya gendong yang
diawal beratnya biasa saja tiba – tiba berubah menjadi sangat berat….berat sekali….seperti
ditimpakan beban puluhan kilo dan membuat tubuh saya sedikit
sempoyongan……..sedangkan teman – teman sudah berjalan kurang lebih 10 atau 15
meter didepan, terakhir yang saya lihat raincover warna kuning milik SARI yang
hamper hilang ditelan ilalang…..mau teriak tenggorokan terasa sangat sulit
untuk mengeluarkan suara……
Disaat seperti itu saya cuma bisa pasrah…….pasrah pada kekuatan dan kebesaran allah….
Tiba
– tiba semuanya terasa ringan…sangat ringan…jalan trelihat sangat
lapang….sehingga buru – buru saya menyusul SARI yang sudah hilang ditelan
rimbunnya ilalang.
Cukup
lama kami berjalan mencari – cari jalur yang benar setiap kali ada hutan yang
tidak begitu rimbun kami break dulu untuk memeriksa apakah ini jalur yang kami
cari, beberapa kali kami melakukan hal seperti itu hingga akhirnya disaat badan
kami mulai lelah tiba – tiba TOMY melihat pohon dengan tanda panah dan tulisan
PUNCAK……Aneh….. Padahal tadi kami lewat sini tapi tidak melihat apapun, jalur
dan pohon dengan tulisan PUNCAK sama sekali tidak kami temukan……
Ya
sudahlah yang penting kami sudah menemukan jalur yang benar….Istirahat sejenak
kami disana untuk memulihkan tenaga dan badan kami yang lelah, peta saya
buka….diperkirakan posisi kami masih antara pos 1 dan pos 2…..setelah dirasa
cukup untuk memulihkan tenaga perjalanan kami lanjutkan….tanjakan terjal
sesekali kami temukan, mungkin karna tubuh kami yang sudah semakin lelah, udara
yang semakin dingin dan malam yang semakin larut….SARI sudah mulai terlihat
jalan sedikit sempoyongan dan sesekali terjatuh, akhirnya kita break lagi membuat minuman
hangat untuk sedikit menghangatkan badan yang sudah mulai kedinginan…Berlima
ditengah malam yang pekat dan kabut yang mulai turun kami berlima bergiliran
meminum teh hangat….. Lumayan……. teh hangat oleh – oleh CORA dari srilangka
sedikit menyegarkan tubuh kami…..
Perjalanan
kami lanjutkan……..
Baru
beberapa puluh meter kami melangkah SARI sudah terlihat sangat kecapean,
jalannya semakin gontai dan lebih sering terjatuh….dan keputusan kembali kami
ambil
“
Tom….kalo didepan menemukan tanah yang sedikit luas untuk dua tenda stop, malam
ini kita harus ngcamp “ Misi kami untuk sampai dan ngcamp di pos 3 gagal……..
Beruntung
tidak jauh kami menemukan tanah yang sedikit lapang cukup untuk kami mendirikan dua tenda….. Dan mungkin dewi fortuna sedang berpihak kepada kita, disitu juga
tersedia tumpukan kayu bakar sepertinya bekas pendaki lain, sehingga malam itu
kita bisa beristirahat dan menghangatkan badan.
Setelah
tenda berdiri dan masakan matang…bareng – bareng kita makan….Sayur hangat dari
hasil kebun ibu – ibu yang kami beli di angkot jurusan purworejo terasa sangat
nikmat…apapun yang kami masak semuanya kami makan dengan lahap….
Tepat
tengah malam kami sudah terlelap nyaman di dalam sleping bag masing – masing……
Jam
5 pagi suara SARI yang pertama terdengar
“
Woii banguun “
“
Hmmmmmm…..Iaaahhhh “ Sambil menarik
sleping bag dan memeluk daypack
“
WOIIIII…..BANGUUUUUUUNNN “ Kali ini
sedikit teriak
Dengan mata masih perpicing terbangun juga…..Tidak berapa lama TOMU dan BISMI juga terbangun, dengan mata masih penuh dengan sisa mimpi semalam BISMI melangkah keluar tenda untuk menyalakan kompor dan memasak air
CORA……!!!!???
Hmmmmm…..Jangan
Tanya dah jam segini dia udah bangun
Berawal
dari kereta, dia yang paling pertama ngorok….
Angkot
kutoarjo – purworejo karna berdesakan dengan sayuran dia gagal menjalankan
ritual ngoroknya…..
Bis
purworejo – wonosobo…….Sampe jidatnya benjol kepentok besi dia tetap ngorok…..
Tapi
ya sudahlah mungkin teman kita ini
kecapean karna tersesat semalam….
Setelah
hari agak terang kita disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa….disebrang
sana SINDORO terlihat cantik dengan hamparan awannya, pastinya kamera kita
beraksi dan sedikit narsis di pagi hari…hehehehe
Sedang
asik – asiknya memandang SINDORO…..Tiba – tiba……Wuuusssss…… seekor elang jawa
melintas dan berputar – putar disekitar tenda kami, seolah – olah dia menyambut
kedatangan kami ber lima
“ Selamat datang DENZ, SARI, CORA, TOMY, BISMI…….. Kalian lihat sendirikan hutan tempat hidup kami sudah semakin rusak, anak cucu kami sudah tidak ada tempat bermain lagi, semua dirusak oleh ulah teman – teman kamu….habitat kami sudah hampir punah “
Mungkin
itu kira – kira pesan yang disampaikan si elang jawa…Terbang sambil mengepakan
sayapnya yang gagah dia pergi menjauh.
Pagi yang indah dilereng gunung SUMBING
Dengan
urutan formasi yang dari awal tidak pernah berubah TOMY, CORA, BISMI, SARI dan
gue sebagai sweaper….Padahal sweaper cuma sebagai alibi saja aslinya emang
ngesot beneran hihihihi…… setelah sarapan dan packing kita melanjutkan
perjalanan yang semalam tertunda, sejenak saya buka peta…diperkirakan posisi
kita masih disekitar pos 2….Itu artinya perjalanan kami ke pos pasar setan ( PESTAN ) masih sangat
jauh……
Tanjakan
terjal mulai kami temui….entah berapa kali kami istirahat …
Sekitar
jam 11:30 akhirnya kami sampai di pos 3………Setelah break sebentar kita terus
melajutkan perjalanan ke PESTAN…..Selepas pos 3 menuju PESTAN kita serasa
berjalan di tengah - tengah taman bunga……. Hamparan bunga warna warni,
punggungan bukit yang hijau menyambut
kedatangan kami….. dengan sedikit terpogoh - pogoh CORA dan SARI
bergegas……naluri kewanitaan mereka muncul ketika melihat hamparan bunga
dihadapan mata….. berubahlah saya menjadi fhotograper dadakan untuk
mengabadikan berbagai pose mereka berdua…….., setelah puas berfoto – foto kita
bergegas menuju pos PESTAN yang jaraknya tidak begitu jauh dari taman bunga…..
“
Gubraaaakkkk “ …..melepas ceril masing – masing sesampainya di pos PESTAN,
kurang lebih jam 12:00 kami sampai…….
Setelah
beristirahat sebentar bergegas kami membagi tugas….mendirikan tenda….memasak…
dan ketika isi ceril masing – masing kami bongkar….ternyata persediaan stock
air kita sudah kritis waktu tersesat semalam kami memang cukup banyak
menghabiskan air dan lebih parahnya di gunung sumbing tidak ada sumber air,
yang ada hanya di pos 2 jalur baru….. melihat keadaan dan lingkungan disekitar
kami…akal bulus tiba – tiba muncul……
“
Tom lo liat kan di sana banyak pendaki yang lagi packing untuk turun, Biasanya
yang turun ogah bawa beban berat – berat “
“
Coba lo sedikit berakting …… setelah gue perhatikan diantara kita berlima muka
lo yang paling layak untuk dikasihani “
HAHAHAHAHA…….Fakta deh kayanya……
“
terserah lo mau ngomong apa….. bagaimana pun caranya yang penting lo harus
dapat air “
Entah ngomong apa atau emang mereka iba melihat muka si TOMY….. dengan sedikit berlari dia mengangkat jerigen berisi air……… Serempak kita semua ngakak……
Siang
itu kita makan enak….CORA berubah nama jadi CORAquin setelah mencicipi capcay
buatannya yang cukup enak….., Goreng ayam kecap, Sarden dan nasi hangat yang
sedikit gosong……
Sambil
beristirahat setelah kenyang makan kami mengatur rencana pendakian
selanjutnya….. masing – masing mengeluarkan usulnya… Dengan berbagai argument,
melihat situasi dan kondisi, waktu yang sudah sore dan tentunya karna rasa
kawatir kepada teman kita FARIDA menunggu di basecamp, akhirnya kita putuskan
untuk kembali tek tok dan mengejar SUNSET di puncak… dengan waktu tempuh dari
PESTAN ke puncak yang sekitar 3 jam dan diperkirakan kita sampai kembali di
PESTAN sekitar jam 21:00…
Jam
14:00 kita mulai berjalan ke puncak setelah sebelumnya berpesan kepada pendaki
yang mau turun
“
Mas nanti di basecamp tolong sampaikan kepada teman kami..namanya FARIDA pake
kacamata, Bilang nanti kamu turun ke basecamp malam sekitar jam 22:00 “
Ya
waktu itu kita emang berencana untuk langsung turun kembali setalah dari
puncak….
Beberapa
kali kami berpapasan dengan pendaki yang turun dari puncak….dan semauanya sama
berpesan “ diatas turun kabut sangat tebal dan hujan “ karna keinginan yang
kuat untuk bisa mencapai puncak SUMBING kami tetap berjalan naik….. dan benar
saja tidak berapa lama kabut mulai turun cuaca yang diawal lumayan cerah
berubah jadi gelap…tetapi kami tetap berjalan…….Rintik hujan mulai turun, kabut
semakin pekat….Tetapi kita tetap berjalan naik….
Setelah
hujan semakin lebat dan kabut semakin tebal sehingga menyulitkan pandangan kami
d pos pasar watu kami membuat bivak…… berlima duduk melingkar dibalik flayshet
yang menutupi tubuh ditengah guyuran hujan yang lebat dengan menahan dingin
kami terdiam……
Udara
semakin dingin, kabut semakin pekat dan hujan tak kunjung reda tetapi tekad
kami tetap kuat untuk terus melanjutkan perjalanan ke puncak…..Dibalik flayshet
sambil menggigil menahan dingin kami kembali mengambil keputusan dan merubah
rencana awal untuk tek tok……. Kami sepakat team di bagi 2. saya SARI dan CORA
melanjutkan perjalanan ke pos watu kotak dan menunggu di sana sedangkan TOMY
dan BISMI turun kembali ke PESTAN untuk membawa sleping bag, tenda, baju
kering, logistics dll……. Setelah cukup lama kami berlindung di balik flayshet
dan hujan tinggal menyisakan rintik berpisah lah kami di pos pasar watu sesuai
dengan yang di sepakati tadi.
Selepas
pos pasar watu di bibir jurang hujan kembali turun dengan lebat dan memaksa
kami bertiga untuk kembali membuat bivak….dengan bibir yang sudah menggigil dan
pakaian yang basah dengan badan gemetaran cepat mengikat tali flayshet di celah
batu dan akar pohon……..
Dibalik
flayshet sambil memeluk lutut badan semakin menggigil menahan dingin……..waktu
itu saya memang tidak memakai jas hujan, saat berpisah di pasar watu jas hujan
milik FARIDA yang saya bawa, saya serahkan kepada BISMI karna jas hujan milik
BISMI tertinggal di tenda……
Setelah
dirasa hujan mulai agak reda flayshet kembali kami gulung….bergegas kami melanjutkan
perjalanan…… Salut untuk dua wanita hebat ini SARI dan CORA…..dengan semangat
yang tak pernah padam mereka tetap melangkah bahkan disaat sampai ditebing batu
yang sangat licin dibibir jurang…..dengan berani dan hati – hati mereka meniti
tebing batu yang terjal….terpeleset sedikit saja bisa berakibat patal sebab
tepat dibawah kita menganga jurang yang sangat curam dan dalam……..
Diatas dibalik tebing batu yang kami lewati sebenarnya sudah terlihat pos watu kotak tetapi karna kabut yang sangat tebal….tebal sekali….mungkin jarak pandang kami waktu itu hanya 5 meter yang terlihat hanya putih dan gelap…….. dengan cahaya dari headlamp di tengah gelapnya kabut kami tertatih melangkah menuju pos watu kotak……. Tepat jam 17:00 kami tiba di pos watu kotak……sesampainya disana kami cukup kebingungan harus berteduh dimana… hujan masih turun, tenda tidak ada dan tanah yang lapang tidak ada tempat untuk mengikat flysheet….Beruntung kami menemukan tebing yang bagian bawahnya ada celah dan cukup untuk kami bertiga berlindung dari guyuran hujan…….
Diatas dibalik tebing batu yang kami lewati sebenarnya sudah terlihat pos watu kotak tetapi karna kabut yang sangat tebal….tebal sekali….mungkin jarak pandang kami waktu itu hanya 5 meter yang terlihat hanya putih dan gelap…….. dengan cahaya dari headlamp di tengah gelapnya kabut kami tertatih melangkah menuju pos watu kotak……. Tepat jam 17:00 kami tiba di pos watu kotak……sesampainya disana kami cukup kebingungan harus berteduh dimana… hujan masih turun, tenda tidak ada dan tanah yang lapang tidak ada tempat untuk mengikat flysheet….Beruntung kami menemukan tebing yang bagian bawahnya ada celah dan cukup untuk kami bertiga berlindung dari guyuran hujan…….
Gubraakkk…..kami
sedikit melempar daypack yang di bawa dan terduduk di tanah……..
Sedang
asik beristirahat dan mengunyah biscuit suasana disaat kami tersesat
tiba –
tiba kembali saya rasakan tengkuk tiba - tiba merinding…… ku lirik SARI dan CORA syukurlah sepertinya
mereka
tidak merasakan apa – apa……. Kulirik kiri kanan dan mengamati lingkungan
disekitar seperti berada dialam mistis….. dengan tebing didepan dan
belakang,batu – batu besar berserakan dimana - mana dengan lumutny, akar
– akar pohon yang terjuntai seperti menjulur - julur kepada kita yang
ada dibawahnya dan jurang terjal yang menganga berjarak 5 meter didepan
kita....penuh dengan aroma mistis…………..
Siaaalll…….
Tiba – tiba ada yang tidak beres dengan perut…… Muleeessss…….. epek dari
capcay, sarden dan ayam yang campur aduk didalam perut…….
Teringat pesan petugas basecamp…..
“
nanti kalau di watu kotak jangan buang air ya “
“
Kenapa emang pa “
Dengan
sedikit cerita berbau mitos dan mistis dia menjelaskan……. Kami hanya ngangguk –
nganguk dan sesekali berucap “ Ya” “
Begitu ya “ “ Ohh “………..
Nah
loh gimana ini…….. perut sudah tidak bisa diajak kompromi lagi……..
Akhirnya
dengan langkah seribu bergegas mencari semak – semak ……….
“
Kebutuhan biologis ternyata mengalahkan segalannya “
Hari
sudah gelap TOMY dan BISMI belum kunjung datang pula…..SARI dan CORA sudah
terlihat kedinginan begitu juga saya….beruntung di daypack saya sempat
menyelipkan dua buah hypothermia blanket sehingga bisa menghangatkan badan SARI
dan CORA……..
Dikeheningan watu kotak, di balik gelapnya malam dan kabut ketika kami saling diam merasakan dingin tiba – tiba dari arah atas samar – samar dari balik tebing terdengar seperti ada suara manusia….. begegas saya menyalakan headlamp dan mengchek arah datangnya suara itu dan berharap semoga ada pendaki yang ngcamp di watu kotak juga……. Dengan cahaya headlamp yang kalah oleh tebalnya kabut saaya melangkah meniti batu mendatangi arah suara itu….. dan benar saja ternyata tidak jauh dari tempat kami terlihat ada 1 tenda….bergegas saya mendekatinya…..dan coba mengetuk…..ternyata mereka mahasiswa dari semarang yang tidak bisa turun karena kabut yang gelap dan memaksa mereka untuk ngcamp di watu kotak……… dengan penuh kehangatan dan keakraban mereka menyambut saya….dengan sedikit basa basi akhirnya saya dapat segelas teh hangat dan matras untuk kami bertiga…… cepat saya turun kembali, lumayan 1 gelas teh hangat pemberian mahasiswa asal semarang bisa sedikit mengurangi rasa dingin ditubuh kami bertiga…… semakin malam suasana semakin mencekam….dan perasaan tidak nyaman semakin jelas saja kurasakan….sama seperti waktu tersesat kami bertiga seperti ada yang mengawasi bedanya kali ini tidak sebanyak saat itu…….. Dan lagi – lagi mata ini melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ingin saya lihat…..Diatas batu beberapa meter di samping kami terlihat…….Ahh…sudahlah……ga usah saya jelaskan juga mungkin bisa di terka apa yang saya maksud……..
Dikeheningan watu kotak, di balik gelapnya malam dan kabut ketika kami saling diam merasakan dingin tiba – tiba dari arah atas samar – samar dari balik tebing terdengar seperti ada suara manusia….. begegas saya menyalakan headlamp dan mengchek arah datangnya suara itu dan berharap semoga ada pendaki yang ngcamp di watu kotak juga……. Dengan cahaya headlamp yang kalah oleh tebalnya kabut saaya melangkah meniti batu mendatangi arah suara itu….. dan benar saja ternyata tidak jauh dari tempat kami terlihat ada 1 tenda….bergegas saya mendekatinya…..dan coba mengetuk…..ternyata mereka mahasiswa dari semarang yang tidak bisa turun karena kabut yang gelap dan memaksa mereka untuk ngcamp di watu kotak……… dengan penuh kehangatan dan keakraban mereka menyambut saya….dengan sedikit basa basi akhirnya saya dapat segelas teh hangat dan matras untuk kami bertiga…… cepat saya turun kembali, lumayan 1 gelas teh hangat pemberian mahasiswa asal semarang bisa sedikit mengurangi rasa dingin ditubuh kami bertiga…… semakin malam suasana semakin mencekam….dan perasaan tidak nyaman semakin jelas saja kurasakan….sama seperti waktu tersesat kami bertiga seperti ada yang mengawasi bedanya kali ini tidak sebanyak saat itu…….. Dan lagi – lagi mata ini melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ingin saya lihat…..Diatas batu beberapa meter di samping kami terlihat…….Ahh…sudahlah……ga usah saya jelaskan juga mungkin bisa di terka apa yang saya maksud……..
Dimanapun
dan kemanapun melangkah pasrah pada kekuatan dan kebesaran allah itu
harus……..Kita hidup didunia memang tidak sendiri, selain alam manusia tentunya
ada alam lain, sesuai yang tertera dalam kitab suci alqur’an…………sebagai seorang
muslim dalam rukun iman memang diwajibakan kita mengimani hal – hal gaib……rukun
iman yang ke 6 iman kepada Qada dan Qadar…. Qada dan qadar tidak ada yang tahu,
bersifat gaib dan hanya allah yang tahu…….
Hampir
jam 8 malam TOMY dan BISMI belum datang
juga……sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka berdua……situasi terburuk
mulai terlintas dibenak saya…. Dengan melihat keadaan kami yang kedinginan
tanpa tenda, baju yang basah, makanan yang tersisa hanya sedikit
biscuit…..mencoba bertahan dan survival mulai saya lakukan…. pertama yang saya
lakukan sebisa mungkin melindungi tubuh dari angin dan udara dingin, dengan
bermodal selembar flayshet saya coba mengamati dan sedikit naik ke tebing untuk
mencari – cari celah batu untuk sekedar menikat tali flayshet….dengan aga susah
payah dan sedikit darah di tangan akhirnya bisa juga membentangkan flayshet
menutupi celah tebing tempat kami berlindung sehingga bisa sedikit mengurangi
angin yang menerpa tubuh kami……….
Udara semakin dingin saja, badan semakin menggigil….. dalam dingin dan sepinya suasana di watu kotak samar – samar jauh di bawah sana terdengar suara teriakan….. cepat saya berlari dan naik keatas batu yang paling tinggi untuk melihat siapa tau ada cahaya headlamp di bawah sana dan berharap itu TOMY dan BISMI…..dan benar saja jauh dibawah sana ditengah gelapnya malam dan tebalnya kabut terlihat ada 2 cahaya headlamp…….
“
TOMYYYYY,…….BISMIIIIII,……. Sekencang – kencangya saya teriak……………
“ DEEEEEEENZZ “
jauh dibawah sana menjawab………..
Syukur Alhamdulillah………
memang benar 2 cahaya headlamp itu adalah TOMY dan BISMI……..
30 Menit kemudian
mereka tiba ditempat kami………
” Gubraaaaakkkk
“……dengan nafas masih memburu membanting tubuh masing – masing beserta ceril
yang masih menempel di punggung………… nampak sangat kecapean dan terlihat diwajah
mereka menyembunyikan sesuatu…….
“ TOM, BISMI lo ga
papa…..??? “
“ Gw ga papa,
Jangan tanya apa – apa dulu nanti gw ceritakan “ Jawab TOMY dengan terbata – bata dan nafas
masih memburu…..
Dengan jawaban TOMY
semakin memperkuat sangkaan saya diawal bahwa telah terjadi apa – apa dengan
kedua teman saya ini, tapi apapun itu yang penting sekarang mereka sudah sampai
dan berkumpul kembali dengan kami………
Cepat saya
membongkar ceril yang mereka bawa untuk mencari pakaian kering karna sudah
sangat kedinginan dengan baju basah dari tadi sore…..Alhamdulillah badan tidak
menggigil seperti tadi setelah memakai baju kering dan jaket…Thank TOMY &
BISMI
Cuaca yang dari
tadi sore tidak bersahabat dengan kabut tebal, hujan dan anginnya selepas jam
21:00 tiba – tiba berubah drastis………. Jutaan bintang terlihat terlihat jelas di
atas langit…… Rasi belantik sebagai penunjuk arah timur samar – samar terlihat,
itu artinya cuaca sangat cerah….tiba – tiba cerah tepatnya, dibawah tampak kerlip lampu kota yang berkilauan membentuk titik -titik cahaya...dengan kerlap –
kerlip lampunya suasana kota wonosobo di
saat malam sanggat indah jika di lihat dari
ketinggian 2763 meter diatas permukaan laut….. tentunya saya tidak menyia –
nyiakan pemandangan yang indah itu, dengan menaiki batu yang ada disekitar
tempat kami saya coba mengamati keindahan SUMBING di malam hari dengan berjuta
bintangnya………. Hanya bisa takjub ketika mata ini memandang sekeliling……
“ Terimakasih ya
allah engkau telah memberi nikmat melihat sehingga kami bisa bersyukur atas apa
yang telah engkau limpahkan kepada kami “
Disebrang sana
dikegelapan malam dengan cahaya bintang – bintang tampak cukup jelas berdiri
gunung SINDORO….. Dan ada cahaya headlamp yang terlihat dari tempat saya
berdiri, sepertinya pendaki di sekitar pos 3…… Iseng saya coba mempraketan
sandi morse dengan cahaya headlamp yang saya dapat ketika jadi pramuka
dulu…..Dan sepertinya di sebrang sana juga menangkap dan mengerti signal yang
saya kirim dengan kedipan cahaya dari headlamp….. beberapa saat saya dan
pendaki di SINDORO sana bermain sandi morse hingga wangi makanan memberhentikan
kita….. bergegas saya turun dan makan tentunya karna emang perut udah
keroncongan dari tadi sore.
Setelah makan
bergegas kami tidur karna jam 03:00 nanti kita harus bangun untuk summit…Saya,
TOMY dan BISMI tidur di celah batu dan sudah bersiap menerima hawa dingin
dengan peralatan masing – masing sedangkan SARI dan CORA tidur di tenda yang
TOMY bawa, ya kedua teman kami memang hanya membawa satu tenda karena kapasitas
ceril yang terbatas dengan barang – barang yang lain…. Tenda kami yang satu
lagi sengaja ditinggal di pos PESTAN dan beberapa barang kami juga di tinggal
di sana.....
Tepat jam 03:00
alarm berbunyi satu persatu kami pun bangun……” Brrrrrrrrrr” Udara sangat
dingin……. Menengok ke samping……… “ Ohhh Sepertinya sepanjang malam tadi kita
ada yang memperhatikan, ya sudahlah toh Cuma memperhatikan “
Persiapan untuk
summit kami lakukan, peralatan emergency, makanan, air, P3K dll..semuanya bagi
ke dalam 3 daypack yang kami bawa, setelah makan perjalanan ke puncak gunung
SUMBING kami mulai diawali dengan berdoa yang khusuk memohon perlindungan
kepada allah supaya di jauhkan dari hal – hal yang tidak kami inginkan….
Jam 03:30 kami mulai
melangkah…. Jalan semakin terjal mulai kami temui di tengah dinginnya udara
pagi itu, tapi dengan tekad kuat kami tetap melangkah……., diufuk timur horizon
terlihat mulai menguning tapi puncak belum kami gapai, bergegas kami
mempercepat langkah karna sunrise di puncak SUMBING tentunya sangat
indah……..beberapa puluh meter lagi sebelum puncak jalan terjal licin dan
berbatu semakin jelas terlihat, beberapa kali pula kami terpeleset karna
kerikil…..Tidak berapa lama sebelum matahari terbit kami pun sampai di puncak
gunung SUMBING 3371 Mdpl……..
Hanya mampu berucap
“ Allahu akbar “ mata sekan tidak mau berkedip menikmati pemandangan yang luar biasa ini....sedikitpun tidak mau terpejam.....disaat detik – detik matahari muncul…subhanallah sangat
indah……
Puncak sumbing penuh
dengan batuan besar yang menghiasi tepat dibawahnya menganga kaldera kawah yang
masih mengepulkan asap sulfatara dan bau belerang…..
( Dipuncak Sumbing )
TOMY sibuk dengan
kameranya……dan lagi – lagi nama VITA tertulis di buku warna orange yang selalu
dia bawa…..VITA…..siapakah dia…..?? Hanya TOMY yang tau…….
CORA dengan gaya yang
mirip Vincenzo Montella “ IL Aeroplanino “
ketika merayakan gol membentangkan kedua tangannya seolah – olah
ingin tebang sibuk bergaya di depan kamera
BISMI…..Hmmmmm sobat
kita ini yang selalu bergaya sedikit kalem ketika sadar ada kamera yang
membidik, padahal di dalam dirinya menyimpan aliran narsis dan sedikit alay
SARI Ibu kita ini sibuk
jeprat – jepret memotret landscape yang ada di puncak sumbing
Tapi sayang teman kita
FARIDA tidak hadir “Tapi walau pun kau
tidak ada di puncak tapi kita berlima tetap menganggap kau ikut dengan kita dan
ada bersama kita “
Setelah merasa puas dan
teringat dengan FARIDA juga jadwal kereta jam 7 kita bergegas turun…….. “
Sumbing aku pasti kembali “ sejenak sebelum melangkah turun………
Tidak butuh waktu lama
kita untuk sampai kembali di pos watu kotak….setelah membereskan apapun yang
semalam kami gunakan dan mengumpulkan sampah untuk kami bawa turun secepatnya
kami meninggalkan watu kotak dengan kesunyainnya…….. jalan yang kami lalui
jelas terlihat tidak seperti saat kami naik……tebing terjal, jurang menganga
kembali kami lalui…
kurang lebih jam 11:30
kami sampai di pos PESTAN dan tampak ramai dengan pendaki lain baik yang baru
sampai ataupun yang mau turun……
“ Jam 12:00 kita harus
turun TOM “ Ucap saya….
Karna memang kita harus
mengejar kereta yang berangkat dari St. kutoarjo…..logistics yang masih tersisa
secepatnya kami masak semua……lagi – lagi dengan nasi yang sedikit gosong di
tambah kali ini kurang matang kami makan bersama langsung dari tempatnya…..Dan
rasanya tetap sama hanya ada dua, enak atau enak banget……….
Waktu turun memang selau
lebih cepat dengan sedikit tancap gas kita berlima jalan beriringan tetap
dengan pormasi yang tidak pernah berubah dari awal…….
“ Sweaper….tetap di pake
alasan untuk menutupi jalan gaya ngesot saya……Hahahaha “
Sampai juga di peradaban
setelah 2 malam berkutat dengan hutan rimba dan segala cerita di dalamnya,
Hanya cukup 1,5 jam kita untuk sampai di pos 1….perbedaan yang sangat jauh di
banding saat kita naik……menunggu beberapa menit ojeg yang saya kontek dari pos
2 akhirnya tiba…..cepat saya naik
“ es campur, baso yang
pedas “ …..mulai terbayang
“ Gleekkk…… menelan
ludah “ ketika
lamunan buyar saat ban motor menerjang lubang……….
Alhamdulillah……Jam 2
kurang kita semua sampai di basecamp…tampak FARIDA menyambut kedatangan
kami……..
( Sesaat sebelum meninggalkan basecamp )
Secepatnya saya lapor ke
petugas basecamp, bersih – bersih sebentar tanpa mandi lalu kami berpamitan
dengan semua yang ada di sana…Tukang ojeg yang sebenarnya seorang croser,
petugas basecamp yang sudah menjaga FARIDA selama kami mendaki, teman – teman pendaki,
gunung SUMBING yang bediri gagah…….semuanya…… ..
“ Perjalanan belum
berakhir “
Dengan
sedikit berlari kami bergegas menuju perempatan jalan untuk menunggu mobil yang
mengarah ke wonosobo…Dengan peralatan pendakian yang masih menempel dibadan
kami berlima jadi pusat perhatian selama dimobil…. Tapi yang saya pikir
munggkin bukan penampilan kita yang membuat penumpang memperhatikan
kita…mungkin karna bau tubuh kami yang berhari – hari tidak mandi selama
mendaki……Hhahahahaha……
Sampai
di pasar wonosobo kami turun untuk berpindah ke mobil jurusan purworejo….Dari
sini kesabaran kami sedikit di uji…..waktu sudah semakin sore tapi bis masih
aja anteng ngtem menunggu penumpang berjejal….status masih diam….
Setelah
dirasa cukup sopir bis menginjak gas juga akhirnya, tetapi belum lama kami
berjejalan di atas bis dengan seenaknya sang sopir dan kernet menyuruh semua
penumpang turun untuk berpindah bis…dengan alasan
“
sudah sore mas mau pulang “ Status…….Mulai
kesal
Setelah
pindah kami kira bis mau langsung jalan…..eehh ini malah tetap ngtem dengan
penumpang yang sudah berjejal….
“
Pa ko belum berangkat juga, bis kan udah penuh nunggu apa lagi “
“
Nanti pa kita berangkat 20 menit lagi, sekarang belum waktunya “ sambil melihat
jam tangannya
“
Nunggu apa lagi pa….bapa lihat bis udah penuh gitu, kami lagi ngejar kereta “
Malah
di jawab dengan ngeloyor pergi mencari penumpang
“
Yoo…..Porjo…porjoo “ Teriaknya……. Status
kesal
Ni
sopir ga tau kali gw lagi ngejar kereta, mana jarak wonosobo ke kutoarjo masih
jauh lagi, 20 menit kemudian bis dengan kapasitas yang overload berangkat….Penuh dengan berbawai wajah, aroma dan tetesan keringat. Tiba - tiba suasana didalam mayasari bakti pindah ke wonosobo.
Nguping obrolan dari ibu – ibu ternyata bis yang kami naiki tidak langsung ke purworejo tetapi cuma sampai jalan longsor dan terpaksa harus transit terus berjalan kaki melewati longsoran untuk berpindah mobil disebrang sana.
Waktu semakin sore, jadwal kereta semakin dekat, alternatif kendaraan lain tidak ada tetapi posisi kita masih jauh dari st.kutoarjo......Status semakin kesal.
Monopoli transportasi kembali terjadi..setelah 30 menit duduk dan kepanasan di dalam bis tetapi bis tidak kunjung berjalan padahal semua penumpang sudah berpindah....Dengan muka kesal dan baju basah karna keringat saya keluar bis dan mencari sang kondektur
" Pa...ini kapan berangkatnya semua penumpang sudah naik kan..."
" Nanti mas kita nunggu 1 bis lagi "
Nguping obrolan dari ibu – ibu ternyata bis yang kami naiki tidak langsung ke purworejo tetapi cuma sampai jalan longsor dan terpaksa harus transit terus berjalan kaki melewati longsoran untuk berpindah mobil disebrang sana.
Waktu semakin sore, jadwal kereta semakin dekat, alternatif kendaraan lain tidak ada tetapi posisi kita masih jauh dari st.kutoarjo......Status semakin kesal.
Monopoli transportasi kembali terjadi..setelah 30 menit duduk dan kepanasan di dalam bis tetapi bis tidak kunjung berjalan padahal semua penumpang sudah berpindah....Dengan muka kesal dan baju basah karna keringat saya keluar bis dan mencari sang kondektur
" Pa...ini kapan berangkatnya semua penumpang sudah naik kan..."
" Nanti mas kita nunggu 1 bis lagi "
Sedikit terjadi debat kusir.....
Ampun dah....jarak dari pasar wonosobo, belum diovernya, belum ngetemnya, belum jaraknya yang masih jauh, belum jalan melewati longsoran...jam berapa sampainya....???
Bisa - bisa ketinggalan kereta nih......
Status.......sangat kesal......kepala sedikit bertanduk dan asap mulai mengepul dari telinga
Krna tidak mau ketinggalan kereta kita coba nernegosiasi lagi dengan kondektur dan sopir bis, beruntung.....setelah bernegosiasi alot sang sopir akhirnya mau tetapi konsekwensinya kita harus membayar 2 kali lipat dari tarip biasa...setelah kejadian ojeg di sindoro sekarang kejadian lagi deh kena getok ongkos.....ya sudah...berangkaaattt.....
Mungkin karna sudah sore dan kasian kepada kita diperjalanan sang sopir bersedia mengantar kita langsung ke st.kutoarjo
Yeesss...syukur deh...urusan mobil sudah beres tinggal berharap jalanan purworejo tidak macet seperti jakarta
Tiktoktiktoktiktok......waktu serasa begitu cepat dan jalan sedikit macet berkali - kali melihat jam...40 menit lagi kereta berangkat....Selepas lampu merah terakhir sebelum st.kutoarjo sang sopir tiba - tiba berubah jadi sebastian vettel dan mengambil alih kemudi...se[ertinya sang sopir merasakan kegelisahan kita sehingga dia terus menginjak pedal gasnya dan memacu kencang mobil meliuk - liuk di jalanan. ketika bis berhenti di depan stasiun bergegas kita turun dan mengambil ceril masing - masing . walau pun diawal sempat dibuat kesal tapi sang sopir sangat membantu karna bersedia mengantar langsung ke stasiun, termima kasih pa sopir.
Suasana di st.kutoarjo penuh sesak waktu itu, antrian panjang bahkan sampai ke pelataran parkir...dengan wajah kucal,lusuh, bau dan peralatan pendakian yang masih menempel dibadan ber enam memasuki st.kutoarjo dan menjadi pusat perhatian orang yang ada di sana
Hahahahah....Bau dan kucel kali ya.......
Setelah berhasil melewati pemeriksaan tiket ternyata kereta sudah standby dari tadi tetapi waktu berangkat beberapa menit lagi, tanpa pikir panjang setelah menyimpan ceril saya dan TOMY bergegas mencari toilet dan madi karna sudah 3 hari tidak mandi sedangkan yang lain bergegas mencari makan.
Pukul setengah tujuh malam lewat sedikit kami berenam berkumpul di gerbong 3 kereta bisnis sawunggalih utama dengan penampilan paling kucel diantara penumpang lain, 5 menit kemudian kereta mulai bergerak meninggalkan st.kutoarjo........
Dan pecahlah suasana ketika masing - masing mebnceritakan kejadian yang selama ini disimpan, kejadian waktu tersesat menjadi topik yang paling lama, seru dan sedikit merinding membahasnya. TOMY dan BISMI dengan kejadian waktu turun dan naik lagi dari PESTAN, SARI dan CORA dengan kejadian kami bertiga diwatu kotak...Seru.....di pojokan gerbong berenam kita berbagi cerita.
Waktu merambat cepat, dingin dari AC semakin terasa malam sudah membungkus kami. kereta berlari cepat diatas rel melewati kota - kota di jawa tengah yang damai dan sepi, lengangnya jalanan dan temaramnya lampu - lampu rumah penduduk membuat kami tersentuh ketika teringat hiruk pikuk ibu kota.
Main petak umpet sama bos, st.kutoarjo, Ibu - ibu penjual sayuran di angkot, Kang amar penjual bubur, debatnya CORA dengan kondektur bis, turun lagi dari pos 2 sindoro, ketemu teman yang ga tau namanya, digetok tukang ojeg, puncak sindoro, tersesat di hutan, mules di watu kotak, kedinginan menunggu TOMY dan BISMI, teh manis hangat dari mahasiswa semarang, puncak sumbing......
Satu - satu kejadian selama perjalanan terlintas dan satu persatu mata kami pun terpejam dengan berbagai cerita didalamnya
Ampun dah....jarak dari pasar wonosobo, belum diovernya, belum ngetemnya, belum jaraknya yang masih jauh, belum jalan melewati longsoran...jam berapa sampainya....???
Bisa - bisa ketinggalan kereta nih......
Status.......sangat kesal......kepala sedikit bertanduk dan asap mulai mengepul dari telinga
Krna tidak mau ketinggalan kereta kita coba nernegosiasi lagi dengan kondektur dan sopir bis, beruntung.....setelah bernegosiasi alot sang sopir akhirnya mau tetapi konsekwensinya kita harus membayar 2 kali lipat dari tarip biasa...setelah kejadian ojeg di sindoro sekarang kejadian lagi deh kena getok ongkos.....ya sudah...berangkaaattt.....
Mungkin karna sudah sore dan kasian kepada kita diperjalanan sang sopir bersedia mengantar kita langsung ke st.kutoarjo
Yeesss...syukur deh...urusan mobil sudah beres tinggal berharap jalanan purworejo tidak macet seperti jakarta
Tiktoktiktoktiktok......waktu serasa begitu cepat dan jalan sedikit macet berkali - kali melihat jam...40 menit lagi kereta berangkat....Selepas lampu merah terakhir sebelum st.kutoarjo sang sopir tiba - tiba berubah jadi sebastian vettel dan mengambil alih kemudi...se[ertinya sang sopir merasakan kegelisahan kita sehingga dia terus menginjak pedal gasnya dan memacu kencang mobil meliuk - liuk di jalanan. ketika bis berhenti di depan stasiun bergegas kita turun dan mengambil ceril masing - masing . walau pun diawal sempat dibuat kesal tapi sang sopir sangat membantu karna bersedia mengantar langsung ke stasiun, termima kasih pa sopir.
Suasana di st.kutoarjo penuh sesak waktu itu, antrian panjang bahkan sampai ke pelataran parkir...dengan wajah kucal,lusuh, bau dan peralatan pendakian yang masih menempel dibadan ber enam memasuki st.kutoarjo dan menjadi pusat perhatian orang yang ada di sana
Hahahahah....Bau dan kucel kali ya.......
Setelah berhasil melewati pemeriksaan tiket ternyata kereta sudah standby dari tadi tetapi waktu berangkat beberapa menit lagi, tanpa pikir panjang setelah menyimpan ceril saya dan TOMY bergegas mencari toilet dan madi karna sudah 3 hari tidak mandi sedangkan yang lain bergegas mencari makan.
Pukul setengah tujuh malam lewat sedikit kami berenam berkumpul di gerbong 3 kereta bisnis sawunggalih utama dengan penampilan paling kucel diantara penumpang lain, 5 menit kemudian kereta mulai bergerak meninggalkan st.kutoarjo........
Dan pecahlah suasana ketika masing - masing mebnceritakan kejadian yang selama ini disimpan, kejadian waktu tersesat menjadi topik yang paling lama, seru dan sedikit merinding membahasnya. TOMY dan BISMI dengan kejadian waktu turun dan naik lagi dari PESTAN, SARI dan CORA dengan kejadian kami bertiga diwatu kotak...Seru.....di pojokan gerbong berenam kita berbagi cerita.
Waktu merambat cepat, dingin dari AC semakin terasa malam sudah membungkus kami. kereta berlari cepat diatas rel melewati kota - kota di jawa tengah yang damai dan sepi, lengangnya jalanan dan temaramnya lampu - lampu rumah penduduk membuat kami tersentuh ketika teringat hiruk pikuk ibu kota.
Main petak umpet sama bos, st.kutoarjo, Ibu - ibu penjual sayuran di angkot, Kang amar penjual bubur, debatnya CORA dengan kondektur bis, turun lagi dari pos 2 sindoro, ketemu teman yang ga tau namanya, digetok tukang ojeg, puncak sindoro, tersesat di hutan, mules di watu kotak, kedinginan menunggu TOMY dan BISMI, teh manis hangat dari mahasiswa semarang, puncak sumbing......
Satu - satu kejadian selama perjalanan terlintas dan satu persatu mata kami pun terpejam dengan berbagai cerita didalamnya













Tidak ada komentar:
Posting Komentar