“ Tom lo dimana?  gue ma ivan di warung pecel  ayam, dari depan stasiun, lo jalan k arah kanan nanti d situ ada warung pecel ayam satu2nya “

Setelah menunggu sekitar 15 menit tomy nongol dengan ceril yang di bungkus raincover  warna biru berinisial “ L “ yang katanya sponsornya dia  “ padahal gw tau bgt itu Cuma omongan dia biar dikata keren….hahahaha ”
Akhirnya kita ngobrol ngalor ngidul sambil ditemenin pecel ayam,dan es jeruk , dari sms itulah sepulang dari gunung SLAMET didepan stasiun purwokerto obrolan SINDORO & SUMBING berawal……. Dan di sepakati tanggal 8 – 12 Mei  kita ngesot di double “ S “
8 Mei 2013 jam dikantor sudah menunjukan pukul 11.30 ada waktu 30 menit lagi tapi kerjaan masih seabrek, kerja lembur di hari senin tgl 13 mei sudah membayang……. 
“ walaaahhh gelagat ngantuk abis neeh “……
Neng nong……jam istirahat akhirnya berbunyi , para karyawan siap2 makan siang….Lah gue malah sibuk ganti kostum gendong ceril segede gaban celinguk celinguk seperti mata – mata mau memastikan keadaan aman………dan dirasa situasi aman, maka…….. kaboooorrrrr…….     
Urusan main petak umpet sama bos beres …….  hahaha…kelakuan ……
Jam 16.00 udah nyampe st.senen,  kecepetan…… bergegaslah menuju loket penukaran tiket online, ga sampe 5 menit urusan tiket beres….4 lembar tiket kereta bisnis sawunggalih utama udah di tangan, kereta berangkat jam 20.30 sekarang masih jam 4 sore…..” walahh ngapain nih gw “….. Karna belum shalat ashar dan menunggu teman yg mau ngambil kaos masjid di sebrang st.senen lah jadi tempat transit dan menunggu….waktu berlalu dan adzan maghrib pun berkumandang, setelah selesai shalat maghrib tiba2 ada yg ngajak salaman dan bilang “ Kang denz “ dua sejoli Danu dan pipit nongol,  padahal kita ga janjian d sana….. ane kenal 2 sejoli ini ketika mandaki gunung cikuray, jadi ingat celotehannya bang Ir…. “ si cora ma pipit mah casingnya doang yang cewe padahal isinya cowo “  benar sih 2 cewe ini emang pendaki tangguh……..
Setelah mereka selesai shalat maghrib dimulailah sedikit obrolan, dan sepertinya ada yang kena racun rinjani….hahaha….yeesss……. setelah menyerahkan kaos ga lama akhirnya kita berpisah karna sms hp berdering FARIDA sudah sampe st.senen, ane nyebrang menuju st.senen danu dan pipit ke parkiran motor dan lanjut belanja barang titipan teman- temannya di Kalimantan.…., ga lama setelah itu sms kembali berdering SARI udah ada d depan Dunkin Donuts st.senen…… Tomy sebentar lagi sampe. Yang 2 orang ni belum jelas ada d mana… ..
Jam 20 lewat  Ane, SARI, FARIDA, TOMY, CORA Dan BISMI akhirnya kumpul dan bergegaslah menuju kereta yang udah standby dari tadi…… setelah menemukan no kursi dan menyimpan ceril masing-masing yang beratnya  bikin mules dimulailah perjalanan 7 jam di kereta dengan di selingi cekakak cekikik kadang ngakak sampai rasa kantuk datang………..
( Setelah tiba di st.kutoarjo )
  
Jam 03.30 sesuai jadwal yang tertera di tiket kereta sampai di st.kutoarjo, bergegas kami turun beristirahat sambil menunggu waktu shubuh tiba, setelah menunaikkan kewajiban shalat shubuh kami melanjutkan perjalanan dengan angkot menuju terminal  purworejo….. selama d angkot kami bertemu beberapa ibu2  yang mau berangkat ke pasar menjual hasil kebunnya….. iseng aku Tanya …
" Ibu mau ke pasar ya..... "
Dengan logat jawanya yang medok, ibu itu menjawab dengan sangat ramah… ….. hal yang sudah jarang kami temukan di kota hiruk pikuk Jakarta.
“ Iya de, Ade ini dari mana ”

“ Kami dari Jakarta bu, mau ke gunung sindoro dan sumbing “
“ Oalahh dari Jakarta to “ Tetap dengan sapa dan senyum ramahnya
“ Ibu jualan apa di pasar “
“ ini to de, ibu mau jual sayuran “ sambil menyingkap tutup wadah yang di bawanya
“ Harganya berapa bu “ Sambil memegang seikat sayuran yang masih segar
“ ini 5000 seikat de “
Tanpa pikir panjang
“ ya udah bu saya ambil seikat ya “
Sepanjang jalan kami ngobrol dengan ibu - ibu ramah itu sampai akhirnya dia turun d pasar tujuannya, sambil saya bantu menurunkan sayuran, si ibu berpesan.
“ hati – hati ya de, nanti ade turun d perempatan plasa di situ banyak bis yang ke arah wonosobo “
Ibu - ibu setua itu, pagi - pagi buta, tiap hari membawa barang dagangan yang saya pikir terlalu berat untuk  ibu setua itu……….
Tidak lama setelah itu kami turun di perempatan bis yang mengarah ke wonosobo…karna hari libur kata bapa – bapa yang ada di sana bis yang ke wonosobo datangnya nanti jam 6…sambil menunggu bis datang kebetulan disitu ada tukang bubur ayam nongkrong, maka semangkuk bubur ayam cukup untuk mengawali pagi di purworejo……
Sewaktu memesan bubur hal lucu terjadi…..
 Lah ko ni tukang bubur logatnya beda….. tiba – tiba dia menyapa
“ Bade Kamana kang nyandak ceril, ka sindoro apa ka sumbing…??  “
Gue ga lagi di garutkan….. Gue lagi di purworejo kan…….????
“ Ari akang ti mana naha tiasa nyarios sunda “
“ Ari abdi mah ti banjar kang “

“ Kumaha caritana si akang tiasa icalan bubur di purworejo “

“ Hahaha…kagetnya kang….. Istri abdi orang purworejo, ari ka pungkur mah abdi damel di Jakarta di daerah pulogadung, 5 tahun jadi buruh pabrik tapi nya kitu lah nasib karyawan alit mah…. Kontrak abdi teu di perpanjang , milarian damel kaditu kadie teu kenging wae nya tos akhirna pulang kampung ka lembur istri di purworejo, awal namah ti dinya kang tiasa icalan bubur di die teh“
Dari obrolan kami ber dua sukses membuat orang - orang di sekitar sedikit bengong…mungkin mereka pikir ko di purworejo  ada dialog sunda ya……hehehehe
Pelajaran lagi yang q dapat, di luar sana pasti banyak yang nasibnya sama dan mungkin lebih tragis dari nasibnya kang amar orang banjar  yang berjualan bubur di perempatan purworejo……
Beberapa menit kemudian mini bis yang kami tunggu datang, CORA beraksi mempraktekan akal bulus nya dalam hal tawar menawar,  logat batak dan logat jawa beradu kuat di sana butuh beberapa menit CORA untuk meluluhkan hati sang kernet bis…..maka DEAL, disepakati lah harga untuk kami ber 6…Tepuk tangan untuk CORA yang berhasil meluluhkan hati sang kernet bis…….
setelah ceril dan peralatan lenong kami naik ke atap bis maka duduk manis lah kami sampai ke perempatan pasar wonosobo…… 
Jalan yang kami lalui sedikit memutar karna jalur utamanya sudah dua tahun longsor dan sampai sekarang belum diperbaiki…..ya betul saya ga salah ketik…dua tahun………. !!!!! 
Jalan berkelok naik turun bukit kami lalui, dari jauh terlihat SINDORO SUMBING berdiri dengan gagahnya.
Kurang lebih jam 8 pagi kami sampai diperempatan pasar wonosobo, setelah menurunkan ceril berpencar lah kami ber 6….FARIDA nyari toilet, SARI dan CORA mengelauarkan naluri ibu rumah tangganya, belanja kebutuhan kita selama mendaki, BISMI sarapan sambil menunggu ceril, ANE dan TOMY bergegas pula nyari toilet….. Setelah semua hajat, sarapan dan kebutuhan logistics kami selama mendaki di rasa cukup maka bergegas kami mencari mobil yang ke arah basecamp sindoro di desa kledung temanggung…..sekali lagi CORA beraksi dengan akal bulusnya, dan lagi lagi kernet bis terpedaya oleh dia……..
Jam 9 kami tiba di basecamp sindoro yang berdampingan dengan balai desa kledung, setelah SIMAKSI dan repacking beres briping pendakian di mulai……kita memutuskan untuk tektok dan kembali ke basecamp nanti malam, maka barang - barang yang dibawa hanya makanan, air, jas hujan, headlamp dan beberapa peralatan emergency. ceril, SB, tenda, matras dll kami titip d basecamp…..
 ( Basecamp )
Jam 10 kami mulai tracking……Dari basecamp pendakian dimulai melalui jalur berbatu yang disusun rapi melewati perkampungan warga dan hamparan kebun tembakau yang sangat luas,  perjalanan baru dimulai beberapa langkah kami sudah disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah…… 
“ maha suci allah dengan segala ciptaannya “ 
Dipertengahan kebun tembakau dan teriknya matahari FARIDA mulai terlihat kecapean, dan sepertinya kondisi badan dia  sedang kurang sehat, setelah bertemu dengan tempat yang aga teduh oleh rindangya pohon kami memutuskan untuk beristirahat karna melihat kondisi FARIDA….beberapa obat dalam kotak p3k BISMI diberikan sekedar untuk meringankan rasa mual yang FARIDA rasakan…… beberapa menit  beristirahat kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 1. Dari basecamp ke pos 1 kurang lebih kami butuh waktu 1,5 jam…. Di pos 1 kami beristirahat agak lama. 
Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2, jalur yang kami lalui masih terhitung landai dengan diselingi beberpa tanjakan yang tidak begitu terjal….selama perjalanan dari pos 1 ke pos 2 kondisi FARIDA semakin terlihat kalau dia sedang tidak sehat…..dengan keuletan dan semangatnya walau kondisi badan sedang tidak fit FARIDA dan kami sampai pula di pos 2….. Jam 14.00 kami sampai di pos 2. 
 ( Sesaat sebelum pos 2 )

Di pos 2 pula kami membuka bekal nasi yang di bungkus dari basecamp…setelah makan, istirahat dan shalat…ANE, TOMY dan BISMI berembuk untuk merubah rencana awal karna melihat kondisi FARIDA, cuaca dan waktu yang terlalu sore…. Beberapa menit kami bertiga diskusi maka diputuskan ANE turun kembali ke basecamp untuk membawa tenda, logistics, SB, matras dll… sedangkan TOMY, BISMI, SARI, CORA dan FARIDA melanjutkan perjalanan menuju pos 3…….
Jam 14:20 saya kembali turun ke basecamp dengan hanya membawa bekal  ¼ air dalam botol minum ukuran 800ml….Dengan sedikit berlari dan kadang sprint kalau menemukan jalur yang landai, yang ada  di pikiran waktu itu gimana caranya supaya secepat mungkin  sampai d basecamp dan kembali ke pos 3 sebelum gelap……. Kurang lebih 30 menit saya sampai di pos 1….. celingak celinguk sapa tau ada ojeg atau penduduk yang membawa motor dan ternyata tidak ada…..
Di pos 1 ternyata sudah banyak dengan pendaki yang baru sampai….dan ada tiga orang pendaki dari Jakarta yang salah satunya tau nama saya…..
“ Kang denz, ada di sini “ sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan……
Dengan sedikit mengerutkan kening saya mengingat - ngingat siapa orang yang menyapa ini, sambil menjabat tangan dia…… dan sampe sekarang pun saya ga tau nama dia siapa…….hehehehe
“ ehh…ente ke sindoro juga, ma siapa aja “ Jawab saya sok kenal………
“ ane ma rudi dan bagus kang “ nah loh…siapa pula ini…..yang satu aja belum ingat…ini udah ada dua nama tambahan………
“ Kang sory ya saya ga bisa lama – lama, harus turun lagi ke basecamp ngambil peralatan yang ditinggal di sana, nanti kalau ketemu di pos 3 kita lanjutkan aja ngobrolnya “
Langsung saya sedikit berlari menuju jalur perkebunan tembakau….beruntung setelah beberapa puluh meter ketemu dengan ojeg….. tanpa pikir panjang dan tanpa negosiasi langsung minta di anter ke basecamp…..
Sesampainya di basecamp secepatnya lapor ke petugas kalo plan awal dirubah, butuh waktu agak lama untuk packing dadakan sampe maximal ceril terisi penuh….barang apapun yang masih bisa masuk saya masukan ke dlm ceril…..dua tenda, tiga sleping bag, tiga matras, logistics, beberapa botol air dll…..semuanya saya jejelin sampe tuh ceril menjerit…..….setelah d rasa ceril udah ga sanggup lagi dijejelin barang apapun bergegas naik ojeg lagi yang sengaja di suruh standby nunggu  selesai packing……….. tidak butuh waktu lama saya sampai di pos 1 kembali………
“ berapa pa ……..?? “

“ 50rb mas “   Sial…gue di getok tukang ojeg 

Tanpa banyak berdebat saya langsung bayar tuh tukang ojek….ya sudahlah….. bukan itu yang jadi pikiran waktu itu….yang ada secepatnya naik kembali menyusul teman - teman di pos 3……….
Sesampainya di pos 2 beristirahat sebentar dan menunaikan dulu shalat ashar……..
Perjalanan menuju pos 3 beberapa kali bertemu dengan pendaki lain…lumayan lah ada teman selama perjalanan…… 
Alhamdulillah..... hari sudah aga gelap saya sampai di pos 3…..ga tau jam berapa……. Ketika nongol di tanjakan terakhir sebelum pos 3 …terlihat teman - teman lagi asik poto dengan latar belakang gunung sumbing……..Syukurlah mereka semua sampai di pos 3 dan kondisi FARIDA sepertinya sudah aga membaik……….
( Suasana di pos 3 )

Karna hari yang sudah semakin gelap dan udara yang mulai dingin saya ga bisa lama - lama beristirahat karna harus secepatnya mendirikan tenda sebelum pendaki lain sampai dan lapak d pos 3 habis……… setelah tenda berdiri koki – koki dadakan dengan hasil seadanya pun beraksi……dan tetap hasilnya sama kawan….makanan di gunung Cuma ada dua…enak dan enak bgt……
Malam itu sindoro sangat bersahabat……. Cuaca yang tiba - tiba berubah jadi cerah, bintang -bintang yang menghiasi indahnya langit malam sindoro, disebrang sana samar -samar terlihat gunung sumbing…. walaupun udara aga dingin tapi semua terasa hangat dengan kebersamaan……..
Suasana seperti ini jadi teringat waktu ngcamp dipinggir ranu kumbolo semeru…….lagu mahamerunya dewa19  mengalun indah di telinga…….
Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin

Berselimut kabut Ranu Kumbolo
 
Menatap jalan setapak
Bertanya - tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta


Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa.......

Bukan gunungnya tapi arti kebersamaan dan persahabatan yang terkandung dalam lirik lagu, yang membuat tiba - tiba teringat lagu itu………..
Malam di pos 3 sindoro kami lewati dengan kebersamaan walau pun dengan peralatan yang minim, karna kondisi FARIDA yang sudah kedinginan maka 1 sleping bag dan 1 hypotermia blanket sengaja di pakai FARIDA karna untuk mencegah hal lebih buruk terjadi…..sisa dua sleping bag……… satu sleping bag dipakai berdua oleh SARI dan CORA….dan sisanya satu sleping bag lagi dipakai ber tiga oleh saya, TOMY dan BISMI…..maka undian pun dilakukan untuk menentukan pilihan siapa yang tidur di tengah dengan tujuan untuk sedikit mengurangi rasa dingin………. Sial si TOMY ternyata pemenangnya…… dengan tawa penuh kemenangan dia mulai merabahkan tubuhnya di tengah2 saya dan BISMI…….. oke lah malam ini kita tidur dengan sedikit menahan rasa dingin, mungkin karna kondisi tubuh yang kecapean selama perjalanan kami semua pun terlelap…….
Jam 03:00  alarm berdering dan satu persatu mulai terjaga dari pelukan sindoro......sebagian memasak untuk bekal energy selama summit dan sebagian lagi mempersiapkan barang dan peralatan apa saja yang akan di bawa…… Tapi sayang FARIDA tidak bisa melanjutkan perjalanan ke puncak karna kondisi tubuhnya yang tidak sehat dan kalau memaksakan muncak takut hal yang tidak di inginkan terjadi….dengan berat hati kami meninggalkan FARIDA di tenda dan beruntung pula teman yang bertemu di pos 1 yang ga tau namaya ternyata dekat dengan tenda kami, jadi kita berlima tidak begitu kawatir meninggalkan FARIDA di tenda karna ada teman yang menemani…….
Sebagai manusia yang merasa sangat lemah di antara kekuatan alam dan allah, sebelum berangkat kami berlima pun berdoa meminta perlindungan kepada allah……. Perjalanan ke puncak pun dimulai…. Jalan terjal berbatu mulai kami lalui….. berlima kami berjalan beriringan di tengah gelapnya malam dan udara yang manusuk kulit……. Ditengah perjalanan samar – samar kami dengar adzan shubuh berkumandang…. Kami putuskan untuk beristirahat dan menunaikan shalat shubuh dahulu…….Jalur yang kami lalui semakin terjal dan semakin terbuka…..angin malam yang dingin menerpa tubuh kami berlima…. Tapi tekad kami tetap bulat….. terus berjalan….terus berjalan…. Puncak sindoro di atas sana…….
Dan ketika menoleh ke belakang…… di saat horizon mulai menguning, di upuk timur…… mata sambil berkaca – kaca dalam hati mangucap takbir……… “ allahhu akbar “ engkau maha besar ya allah…. Ciptaanmu sungguh indah…..  terimakasih engkau telah menganugrahkan kami alam Indonesia yang indah ini……. “ SUNRISE DI SINDORO” 





( Sunrise di sindoro )

30 menit kemudian kami sampai di puncak SINDORO…… Subhanallah….. terimakasih yaa allah engkau telah memberi kami kesempatan berdiri di tempat seindah ini…… hamparan awan berada dibawah kaki kita……



( Puncak Sindoro )
Setelah puas menikmati keindahan puncak SINDORO kami pun bergegas turun ke pos 3….sesampainya di pos 3 nampak FARIDA yang sedang berbaring….istirahat sebentar, makan apapun yang bisa jadi sumber energi untuk turun, secepatnya kami packing karna kami harus segera menuju basecamp untuk melanjutkan perjalanan ke gunung sumbing……..
Perjalanan turun kami lalui dengan lancar dan dengan waktu yang lebih singkat dibanding saat kami naik…. Jam 3 sore kami sampai di pos 1….karna untuk mempersingkat waktu kami putuskan untuk naik ojeg menuju basecamp…kebetulan waktu itu tukang ojeg lagi kumpul di pos 1…. Jam 15: 30 kami sampai di basecamp sindoro, secepatnya ane laporan kepada petugas basecamp….ternyata dari kerumunan pendaki yang berkumpul d basecamp ada teman kami dari jogja yang dulu kenal waktu mendaki bareng di gunung papandayan…Dokter adryan…. Lama tak berjumpa kami sedikit basa basi dan ngobrol…….
Tak lama kami di basecamp, setelah repacking, membeli logistics untuk bekal mendaki gunung sumbing kami pun berpamitan dengan petugas basecamp dan beberapa pendaki yang baru sampai di basecamp, celingak celinguk ane mencari dokter adryan….dan ternyata beberapa menit yang lalu dia sudah berjalan bersama teman -temannya menuju pos 1…..
1 jam kemudian kami sampai di basecamp gunung sumbing sebenarnya jarak antara kedua basecamp ini hanya 2 km tapi karena cacing dalam perut kami udah berontak maka kami singgah dulu di rumah makan sebelum ke basecamp…….Sebelum magrib kita sampai di basecamp sumbing, setelah berkonsultasi sedikit dengan petugas basecamp akhirnya kita memutuskan lewat jalur lama dan menggunakan jasa ojeg ke pos 1, karna kalau di tempuh dengan jalan kaki jarak antara basecamp ke pos 1 kira – kira butuh waktu 2 jam berjalan kaki,setelah shalat magrib dan packing ulang kita lalu melanjutkan perjalanan mendaki gunung sumbing, tapi sayang karna kondisi kesehatan FARIDA yang belum pulih terpaksa FARIDA tidak ikut kami melanjutkan perjalanan dan memutuskan untuk beristirahat di basecamp …Salut deh untuk si abang ojeg medan offroad dengan beban ceril dan boncengan cukup dengan waktu 20 menit………
Tepat waktu isya kita sampai di pos 1 sambil beristirahat sejenak kita menunaikan dahulu shalat isya….setelah selesai dan berdoa jam 19:30 perjalanan kami lanjutkan…. Berlima kami berjalan beriringan menembus pekatnya malam di hutan gunung sumbing, Jalur yang kami lalui sedikit terjal dan licin mungkin karna gelap kami tidak melihat tanah yang kami pijak berlumut…30 menit perjalanan kami lalui tanpa masalah dan lancar tetapi beberapa jam kemudian kami mulai merasakan ada yang aneh dengan jalan yang kami lewati….berawal dari suara burung yang berputar – putar diatas kepala kami yang selalu mengikuti kemanapun kami melangkah, tengkuk yang tiba - tiba merinding, semakin lama hutan yang kami lewati semakin lebat….ilalang yang tingginya melebihi tubuh kami, hingga akhirnya kami sadar ketika kami menemukan jalan buntu yang penuh dengan berbagai jenis tanaman merambat seperti rotan yang menghalangi tubuh kami sekedar untuk menyelinap disitu kami baru menyadari bahwa kami sudah keluar jalur dan tersesat jauh masuk kedalam hutan… berlima kami berusaha untuk tenang dan coba menerapkan metode STOP ( Stop Thinking Observe Planing ) walaupun kami berlima tahu dan merasakan dilingkungan kami ada yang tidak beres tetapi untuk menjaga agar suasana tetap tenang kami berusaha untuk tidak saling mengungkapkan….yang saya rasakan mungkin juga ke 4 teman saya seolah – olah kami berlima itu digiring untuk terus masuk ke dalam hutan….disaat kami berdiskusi dan diambil keputusan untuk berbalik arah yang saya rasakan kami seperti diawasi oleh puluhan tatapan mata dan suasana yang kami rasakan semakin tidak nyaman…..
Hingga pada akhirnya………Disaat kaki akan melangkah, mungkin bayangan pohon, halusinasi atau mata saya yang salah dalam beberapa detik didepan jalan yang akan saya lalui seperti ada bayangan hitam besar yang menghalangi jalan……Kaki tiba – tiba terasa berat susah sekali untuk diajak melangkah, …..ceril yang saya yang saya gendong yang diawal beratnya biasa saja tiba – tiba berubah menjadi sangat berat….berat sekali….seperti ditimpakan beban puluhan kilo dan membuat tubuh saya sedikit sempoyongan……..sedangkan teman – teman sudah berjalan kurang lebih 10 atau 15 meter didepan, terakhir yang saya lihat raincover warna kuning milik SARI yang hamper hilang ditelan ilalang…..mau teriak tenggorokan terasa sangat sulit untuk mengeluarkan suara……

Disaat seperti itu saya cuma bisa pasrah…….pasrah pada kekuatan dan kebesaran allah….
Tiba – tiba semuanya terasa ringan…sangat ringan…jalan trelihat sangat lapang….sehingga buru – buru saya menyusul SARI yang sudah hilang ditelan rimbunnya ilalang.
Cukup lama kami berjalan mencari – cari jalur yang benar setiap kali ada hutan yang tidak begitu rimbun kami break dulu untuk memeriksa apakah ini jalur yang kami cari, beberapa kali kami melakukan hal seperti itu hingga akhirnya disaat badan kami mulai lelah tiba – tiba TOMY melihat pohon dengan tanda panah dan tulisan PUNCAK……Aneh….. Padahal tadi kami lewat sini tapi tidak melihat apapun, jalur dan pohon dengan tulisan PUNCAK sama sekali tidak kami temukan……
Ya sudahlah yang penting kami sudah menemukan jalur yang benar….Istirahat sejenak kami disana untuk memulihkan tenaga dan badan kami yang lelah, peta saya buka….diperkirakan posisi kami masih antara pos 1 dan pos 2…..setelah dirasa cukup untuk memulihkan tenaga perjalanan kami lanjutkan….tanjakan terjal sesekali kami temukan, mungkin karna tubuh kami yang sudah semakin lelah, udara yang semakin dingin dan malam yang semakin larut….SARI sudah mulai terlihat jalan sedikit sempoyongan dan sesekali terjatuh,  akhirnya kita break lagi membuat minuman hangat untuk sedikit menghangatkan badan yang sudah mulai kedinginan…Berlima ditengah malam yang pekat dan kabut yang mulai turun kami berlima bergiliran meminum teh hangat….. Lumayan……. teh hangat oleh – oleh CORA dari srilangka sedikit menyegarkan tubuh kami…..
Perjalanan kami lanjutkan……..
Baru beberapa puluh meter kami melangkah SARI sudah terlihat sangat kecapean, jalannya semakin gontai dan lebih sering terjatuh….dan keputusan kembali kami ambil
“ Tom….kalo didepan menemukan tanah yang sedikit luas untuk dua tenda stop, malam ini kita harus ngcamp “ Misi kami untuk sampai dan ngcamp di pos 3 gagal……..
Beruntung tidak jauh kami menemukan tanah yang sedikit lapang cukup untuk kami mendirikan dua tenda….. Dan mungkin dewi fortuna sedang berpihak kepada kita, disitu juga tersedia tumpukan kayu bakar sepertinya bekas pendaki lain, sehingga malam itu kita bisa beristirahat dan menghangatkan badan.
Setelah tenda berdiri dan masakan matang…bareng – bareng kita makan….Sayur hangat dari hasil kebun ibu – ibu yang kami beli di angkot jurusan purworejo terasa sangat nikmat…apapun yang kami masak semuanya kami makan dengan lahap….
Tepat tengah malam kami sudah terlelap nyaman di dalam sleping bag masing – masing……
Jam 5 pagi suara SARI yang pertama terdengar
“ Woii banguun “
“ Hmmmmmm…..Iaaahhhh “  Sambil menarik sleping bag dan memeluk daypack
“ WOIIIII…..BANGUUUUUUUNNN “  Kali ini sedikit teriak

Dengan mata masih perpicing terbangun juga…..Tidak berapa lama TOMU dan BISMI juga terbangun, dengan mata masih penuh dengan sisa mimpi semalam BISMI melangkah keluar tenda untuk menyalakan kompor dan memasak air
CORA……!!!!???
Hmmmmm…..Jangan Tanya dah jam segini dia udah bangun
Berawal dari kereta, dia yang paling pertama ngorok….
Angkot kutoarjo – purworejo karna berdesakan dengan sayuran dia gagal menjalankan ritual ngoroknya…..
Bis purworejo – wonosobo…….Sampe jidatnya benjol kepentok besi dia tetap ngorok…..
Tapi ya sudahlah  mungkin teman kita ini kecapean karna tersesat semalam….
Setelah hari agak terang kita disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa….disebrang sana SINDORO terlihat cantik dengan hamparan awannya, pastinya kamera kita beraksi dan sedikit narsis di pagi hari…hehehehe
Sedang asik – asiknya memandang SINDORO…..Tiba – tiba……Wuuusssss…… seekor elang jawa melintas dan berputar – putar disekitar tenda kami, seolah – olah dia menyambut kedatangan kami ber lima

“ Selamat datang DENZ, SARI, CORA, TOMY, BISMI…….. Kalian lihat sendirikan hutan tempat hidup kami sudah semakin rusak, anak cucu kami sudah tidak ada tempat bermain lagi, semua dirusak oleh ulah teman – teman kamu….habitat kami sudah hampir punah “
Mungkin itu kira – kira pesan yang disampaikan si elang jawa…Terbang sambil mengepakan sayapnya yang gagah dia pergi menjauh.

Pagi yang indah dilereng gunung SUMBING
Dengan urutan formasi yang dari awal tidak pernah berubah TOMY, CORA, BISMI, SARI dan gue sebagai sweaper….Padahal sweaper cuma sebagai alibi saja aslinya emang ngesot beneran hihihihi…… setelah sarapan dan packing kita melanjutkan perjalanan yang semalam tertunda, sejenak saya buka peta…diperkirakan posisi kita masih disekitar pos 2….Itu artinya perjalanan kami  ke pos pasar setan ( PESTAN ) masih sangat jauh……
Tanjakan terjal mulai kami temui….entah berapa kali kami istirahat …
Sekitar jam 11:30 akhirnya kami sampai di pos 3………Setelah break sebentar kita terus melajutkan perjalanan ke PESTAN…..Selepas pos 3 menuju PESTAN kita serasa berjalan di tengah - tengah taman bunga……. Hamparan bunga warna warni, punggungan bukit yang  hijau menyambut kedatangan kami….. dengan sedikit terpogoh - pogoh CORA dan SARI bergegas……naluri kewanitaan mereka muncul ketika melihat hamparan bunga dihadapan mata….. berubahlah saya menjadi fhotograper dadakan untuk mengabadikan berbagai pose mereka berdua…….., setelah puas berfoto – foto kita bergegas menuju pos PESTAN yang jaraknya tidak begitu jauh dari taman bunga…..
“ Gubraaaakkkk “ …..melepas ceril masing – masing sesampainya di pos PESTAN, kurang lebih jam 12:00 kami sampai…….
Setelah beristirahat sebentar bergegas kami membagi tugas….mendirikan tenda….memasak… dan ketika isi ceril masing – masing kami bongkar….ternyata persediaan stock air kita sudah kritis waktu tersesat semalam kami memang cukup banyak menghabiskan air dan lebih parahnya di gunung sumbing tidak ada sumber air, yang ada hanya di pos 2 jalur baru….. melihat keadaan dan lingkungan disekitar kami…akal bulus tiba – tiba muncul……
“ Tom lo liat kan di sana banyak pendaki yang lagi packing untuk turun, Biasanya yang turun ogah bawa beban berat – berat “
“ Coba lo sedikit berakting …… setelah gue perhatikan diantara kita berlima muka lo yang paling layak untuk dikasihani “  HAHAHAHAHA…….Fakta deh kayanya……
“ terserah lo mau ngomong apa….. bagaimana pun caranya yang penting lo harus dapat air “

Entah ngomong apa atau emang mereka iba melihat muka si TOMY….. dengan sedikit berlari dia mengangkat jerigen berisi air……… Serempak kita semua ngakak……
Siang itu kita makan enak….CORA berubah nama jadi CORAquin setelah mencicipi capcay buatannya yang cukup enak….., Goreng ayam kecap, Sarden dan nasi hangat yang sedikit gosong……
Sambil beristirahat setelah kenyang makan kami mengatur rencana pendakian selanjutnya….. masing – masing mengeluarkan usulnya… Dengan berbagai argument, melihat situasi dan kondisi, waktu yang sudah sore dan tentunya karna rasa kawatir kepada teman kita FARIDA menunggu di basecamp, akhirnya kita putuskan untuk kembali tek tok dan mengejar SUNSET di puncak… dengan waktu tempuh dari PESTAN ke puncak yang sekitar 3 jam dan diperkirakan kita sampai kembali di PESTAN sekitar jam 21:00…
Jam 14:00 kita mulai berjalan ke puncak setelah sebelumnya berpesan kepada pendaki yang mau turun
“ Mas nanti di basecamp tolong sampaikan kepada teman kami..namanya FARIDA pake kacamata, Bilang nanti kamu turun ke basecamp malam sekitar jam 22:00 “
Ya waktu itu kita emang berencana untuk langsung turun kembali setalah dari puncak….
Beberapa kali kami berpapasan dengan pendaki yang turun dari puncak….dan semauanya sama berpesan “ diatas turun kabut sangat tebal dan hujan “ karna keinginan yang kuat untuk bisa mencapai puncak SUMBING kami tetap berjalan naik….. dan benar saja tidak berapa lama kabut mulai turun cuaca yang diawal lumayan cerah berubah jadi gelap…tetapi kami tetap berjalan…….Rintik hujan mulai turun, kabut semakin pekat….Tetapi kita tetap berjalan naik….
Setelah hujan semakin lebat dan kabut semakin tebal sehingga menyulitkan pandangan kami d pos pasar watu kami membuat bivak…… berlima duduk melingkar dibalik flayshet yang menutupi tubuh ditengah guyuran hujan yang lebat dengan menahan dingin kami terdiam……
Udara semakin dingin, kabut semakin pekat dan hujan tak kunjung reda tetapi tekad kami tetap kuat untuk terus melanjutkan perjalanan ke puncak…..Dibalik flayshet sambil menggigil menahan dingin kami kembali mengambil keputusan dan merubah rencana awal untuk tek tok……. Kami sepakat team di bagi 2. saya SARI dan CORA melanjutkan perjalanan ke pos watu kotak dan menunggu di sana sedangkan TOMY dan BISMI turun kembali ke PESTAN untuk membawa sleping bag, tenda, baju kering, logistics dll……. Setelah cukup lama kami berlindung di balik flayshet dan hujan tinggal menyisakan rintik berpisah lah kami di pos pasar watu sesuai dengan yang di sepakati tadi.
Selepas pos pasar watu di bibir jurang hujan kembali turun dengan lebat dan memaksa kami bertiga untuk kembali membuat bivak….dengan bibir yang sudah menggigil dan pakaian yang basah dengan badan gemetaran cepat mengikat tali flayshet di celah batu dan akar pohon……..
Dibalik flayshet sambil memeluk lutut badan semakin menggigil menahan dingin……..waktu itu saya memang tidak memakai jas hujan, saat berpisah di pasar watu jas hujan milik FARIDA yang saya bawa, saya serahkan kepada BISMI karna jas hujan milik BISMI tertinggal di tenda……
Setelah dirasa hujan mulai agak reda flayshet kembali kami gulung….bergegas kami melanjutkan perjalanan…… Salut untuk dua wanita hebat ini SARI dan CORA…..dengan semangat yang tak pernah padam mereka tetap melangkah bahkan disaat sampai ditebing batu yang sangat licin dibibir jurang…..dengan berani dan hati – hati mereka meniti tebing batu yang terjal….terpeleset sedikit saja bisa berakibat patal sebab tepat dibawah kita menganga jurang yang sangat curam dan dalam…….. 

Diatas dibalik tebing batu yang kami lewati sebenarnya sudah terlihat pos watu kotak tetapi karna kabut yang sangat tebal….tebal sekali….mungkin jarak pandang kami waktu itu hanya 5 meter yang terlihat hanya putih dan gelap…….. dengan cahaya dari headlamp di tengah gelapnya kabut kami tertatih melangkah menuju pos watu kotak……. Tepat jam 17:00 kami tiba di pos watu kotak……sesampainya disana kami cukup kebingungan harus berteduh dimana… hujan masih turun, tenda tidak ada dan tanah yang lapang tidak ada tempat untuk mengikat flysheet….Beruntung kami menemukan tebing yang bagian bawahnya ada celah dan cukup untuk kami bertiga berlindung dari guyuran hujan…….
Gubraakkk…..kami sedikit melempar daypack yang di bawa dan terduduk di tanah……..
Sedang asik beristirahat dan mengunyah biscuit suasana disaat kami tersesat tiba – tiba kembali saya rasakan tengkuk tiba - tiba merinding…… ku lirik SARI dan CORA syukurlah sepertinya mereka tidak merasakan apa – apa……. Kulirik kiri kanan dan mengamati lingkungan disekitar seperti berada dialam mistis….. dengan tebing didepan dan belakang,batu – batu besar berserakan dimana - mana dengan lumutny, akar – akar pohon yang terjuntai seperti menjulur - julur kepada kita yang ada dibawahnya dan jurang terjal yang menganga berjarak 5 meter didepan kita....penuh dengan aroma mistis…………..
Siaaalll……. Tiba – tiba ada yang tidak beres dengan perut…… Muleeessss…….. epek dari capcay, sarden dan ayam yang campur aduk didalam perut…….
 Teringat pesan petugas basecamp…..
“ nanti kalau di watu kotak jangan buang air ya “
“ Kenapa emang pa “
Dengan sedikit cerita berbau mitos dan mistis dia menjelaskan……. Kami hanya ngangguk – nganguk dan sesekali berucap “ Ya”  “ Begitu ya “  “ Ohh “………..
Nah loh gimana ini…….. perut sudah tidak bisa diajak kompromi lagi……..
Akhirnya dengan langkah seribu bergegas mencari semak – semak ……….
“ Kebutuhan biologis ternyata mengalahkan segalannya “
Hari sudah gelap TOMY dan BISMI belum kunjung datang pula…..SARI dan CORA sudah terlihat kedinginan begitu juga saya….beruntung di daypack saya sempat menyelipkan dua buah hypothermia blanket sehingga bisa menghangatkan badan SARI dan CORA…….. 

Dikeheningan watu kotak, di balik gelapnya malam dan kabut ketika kami saling diam merasakan dingin tiba – tiba dari arah atas samar – samar dari balik tebing terdengar seperti ada suara manusia….. begegas saya menyalakan headlamp dan mengchek arah datangnya suara itu dan berharap semoga ada pendaki yang ngcamp di watu kotak juga……. Dengan cahaya headlamp yang kalah oleh tebalnya kabut saaya melangkah meniti batu mendatangi arah suara itu….. dan benar saja ternyata tidak jauh dari tempat kami terlihat ada 1 tenda….bergegas saya mendekatinya…..dan coba mengetuk…..ternyata mereka mahasiswa dari semarang yang tidak bisa turun karena kabut yang gelap dan memaksa mereka untuk ngcamp di watu kotak……… dengan penuh kehangatan dan keakraban mereka menyambut saya….dengan sedikit basa basi akhirnya saya dapat segelas teh hangat dan matras untuk kami bertiga…… cepat saya turun kembali, lumayan 1 gelas teh hangat pemberian mahasiswa asal semarang bisa sedikit mengurangi rasa dingin ditubuh kami bertiga…… semakin malam suasana semakin mencekam….dan perasaan tidak nyaman semakin jelas saja kurasakan….sama seperti waktu tersesat kami bertiga seperti ada yang mengawasi bedanya kali ini tidak sebanyak saat itu…….. Dan lagi – lagi mata ini melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ingin saya lihat…..Diatas batu beberapa meter di samping kami terlihat…….Ahh…sudahlah……ga usah saya jelaskan juga mungkin bisa di  terka apa yang saya maksud……..
Dimanapun dan kemanapun melangkah pasrah pada kekuatan dan kebesaran allah itu harus……..Kita hidup didunia memang tidak sendiri, selain alam manusia tentunya ada alam lain, sesuai yang tertera dalam kitab suci alqur’an…………sebagai seorang muslim dalam rukun iman memang diwajibakan kita mengimani hal – hal gaib……rukun iman yang ke 6 iman kepada Qada dan Qadar…. Qada dan qadar tidak ada yang tahu, bersifat gaib dan hanya allah yang tahu…….
Hampir jam 8  malam TOMY dan BISMI belum datang juga……sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka berdua……situasi terburuk mulai terlintas dibenak saya…. Dengan melihat keadaan kami yang kedinginan tanpa tenda, baju yang basah, makanan yang tersisa hanya sedikit biscuit…..mencoba bertahan dan survival mulai saya lakukan…. pertama yang saya lakukan sebisa mungkin melindungi tubuh dari angin dan udara dingin, dengan bermodal selembar flayshet saya coba mengamati dan sedikit naik ke tebing untuk mencari – cari celah batu untuk sekedar menikat tali flayshet….dengan aga susah payah dan sedikit darah di tangan akhirnya bisa juga membentangkan flayshet menutupi celah tebing tempat kami berlindung sehingga bisa sedikit mengurangi angin yang menerpa tubuh kami……….

Udara semakin dingin saja, badan semakin menggigil….. dalam dingin  dan sepinya suasana di watu kotak samar – samar jauh di bawah sana terdengar suara teriakan….. cepat saya berlari dan naik keatas batu yang paling tinggi untuk melihat siapa tau ada cahaya headlamp di bawah sana dan berharap itu TOMY dan BISMI…..dan benar saja jauh dibawah sana ditengah gelapnya malam dan tebalnya kabut terlihat ada 2 cahaya headlamp…….
“ TOMYYYYY,…….BISMIIIIII,……. Sekencang – kencangya saya teriak……………
“ DEEEEEEENZZ “ jauh dibawah sana menjawab………..
Syukur Alhamdulillah……… memang benar 2 cahaya headlamp itu adalah TOMY dan BISMI……..
30 Menit kemudian mereka tiba ditempat kami………
” Gubraaaaakkkk “……dengan nafas masih memburu membanting tubuh masing – masing beserta ceril yang masih menempel di punggung………… nampak sangat kecapean dan terlihat diwajah mereka menyembunyikan sesuatu…….
“ TOM, BISMI lo ga papa…..??? “
“ Gw ga papa, Jangan tanya apa – apa dulu nanti gw ceritakan “  Jawab TOMY dengan terbata – bata dan nafas masih memburu…..
Dengan jawaban TOMY semakin memperkuat sangkaan saya diawal bahwa telah terjadi apa – apa dengan kedua teman saya ini, tapi apapun itu yang penting sekarang mereka sudah sampai dan berkumpul kembali dengan kami………
Cepat saya membongkar ceril yang mereka bawa untuk mencari pakaian kering karna sudah sangat kedinginan dengan baju basah dari tadi sore…..Alhamdulillah badan tidak menggigil seperti tadi setelah memakai baju kering dan jaket…Thank TOMY & BISMI
Cuaca yang dari tadi sore tidak bersahabat dengan kabut tebal, hujan dan anginnya selepas jam 21:00 tiba – tiba berubah drastis………. Jutaan bintang terlihat terlihat jelas di atas langit…… Rasi belantik sebagai penunjuk arah timur samar – samar terlihat, itu artinya cuaca sangat cerah….tiba – tiba cerah tepatnya, dibawah tampak kerlip lampu kota yang berkilauan membentuk titik -titik cahaya...dengan kerlap – kerlip lampunya suasana kota wonosobo  di saat malam  sanggat indah jika di lihat dari ketinggian 2763 meter diatas permukaan laut….. tentunya saya tidak menyia – nyiakan pemandangan yang indah itu, dengan menaiki batu yang ada disekitar tempat kami saya coba mengamati keindahan SUMBING di malam hari dengan berjuta bintangnya………. Hanya bisa takjub ketika mata ini memandang sekeliling……
“ Terimakasih ya allah engkau telah memberi nikmat melihat sehingga kami bisa bersyukur atas apa yang telah engkau limpahkan kepada kami “
Disebrang sana dikegelapan malam dengan cahaya bintang – bintang tampak cukup jelas berdiri gunung SINDORO….. Dan ada cahaya headlamp yang terlihat dari tempat saya berdiri, sepertinya pendaki di sekitar pos 3…… Iseng saya coba mempraketan sandi morse dengan cahaya headlamp yang saya dapat ketika jadi pramuka dulu…..Dan sepertinya di sebrang sana juga menangkap dan mengerti signal yang saya kirim dengan kedipan cahaya dari headlamp….. beberapa saat saya dan pendaki di SINDORO sana bermain sandi morse hingga wangi makanan memberhentikan kita….. bergegas saya turun dan makan tentunya karna emang perut udah keroncongan dari tadi sore.
Setelah makan bergegas kami tidur karna jam 03:00 nanti kita harus bangun untuk summit…Saya, TOMY dan BISMI tidur di celah batu dan sudah bersiap menerima hawa dingin dengan peralatan masing – masing sedangkan SARI dan CORA tidur di tenda yang TOMY bawa, ya kedua teman kami memang hanya membawa satu tenda karena kapasitas ceril yang terbatas dengan barang – barang yang lain…. Tenda kami yang satu lagi sengaja ditinggal di pos PESTAN dan beberapa barang kami juga di tinggal di sana.....
Tepat jam 03:00 alarm berbunyi satu persatu kami pun bangun……” Brrrrrrrrrr” Udara sangat dingin……. Menengok ke samping……… “ Ohhh Sepertinya sepanjang malam tadi kita ada yang memperhatikan, ya sudahlah toh Cuma memperhatikan “
Persiapan untuk summit kami lakukan, peralatan emergency, makanan, air, P3K dll..semuanya bagi ke dalam 3 daypack yang kami bawa, setelah makan perjalanan ke puncak gunung SUMBING kami mulai diawali dengan berdoa yang khusuk memohon perlindungan kepada allah supaya di jauhkan dari hal – hal yang tidak kami inginkan….
Jam 03:30 kami mulai melangkah…. Jalan semakin terjal mulai kami temui di tengah dinginnya udara pagi itu, tapi dengan tekad kuat kami tetap melangkah……., diufuk timur horizon terlihat mulai menguning tapi puncak belum kami gapai, bergegas kami mempercepat langkah karna sunrise di puncak SUMBING tentunya sangat indah……..beberapa puluh meter lagi sebelum puncak jalan terjal licin dan berbatu semakin jelas terlihat, beberapa kali pula kami terpeleset karna kerikil…..Tidak berapa lama sebelum matahari terbit kami pun sampai di puncak gunung SUMBING 3371 Mdpl……..
Hanya mampu berucap “ Allahu akbar “ mata sekan tidak mau berkedip menikmati pemandangan yang luar biasa ini....sedikitpun tidak mau terpejam.....disaat detik – detik matahari muncul…subhanallah sangat indah……
Puncak sumbing penuh dengan batuan besar yang menghiasi tepat dibawahnya menganga kaldera kawah yang masih mengepulkan asap sulfatara dan bau belerang…..

 ( Dipuncak Sumbing )

TOMY sibuk dengan kameranya……dan lagi – lagi nama VITA tertulis di buku warna orange yang selalu dia bawa…..VITA…..siapakah dia…..?? Hanya TOMY yang tau…….
CORA dengan gaya yang mirip Vincenzo Montella  “ IL Aeroplanino “ ketika merayakan gol  membentangkan kedua tangannya seolah – olah ingin tebang sibuk bergaya di depan kamera
BISMI…..Hmmmmm sobat kita ini yang selalu bergaya sedikit kalem ketika sadar ada kamera yang membidik, padahal di dalam dirinya menyimpan aliran narsis dan sedikit alay
SARI Ibu kita ini sibuk jeprat – jepret memotret landscape yang ada di puncak sumbing
Tapi sayang teman kita FARIDA tidak hadir  “Tapi walau pun kau tidak ada di puncak tapi kita berlima tetap menganggap kau ikut dengan kita dan ada bersama kita “
Setelah merasa puas dan teringat dengan FARIDA juga jadwal kereta jam 7 kita bergegas turun…….. “ Sumbing aku pasti kembali “ sejenak sebelum melangkah turun………
Tidak butuh waktu lama kita untuk sampai kembali di pos watu kotak….setelah membereskan apapun yang semalam kami gunakan dan mengumpulkan sampah untuk kami bawa turun secepatnya kami meninggalkan watu kotak dengan kesunyainnya…….. jalan yang kami lalui jelas terlihat tidak seperti saat kami naik……tebing terjal, jurang menganga kembali kami lalui…
kurang lebih jam 11:30 kami sampai di pos PESTAN dan tampak ramai dengan pendaki lain baik yang baru sampai ataupun yang mau turun……
“ Jam 12:00 kita harus turun TOM “ Ucap saya….
Karna memang kita harus mengejar kereta yang berangkat dari St. kutoarjo…..logistics yang masih tersisa secepatnya kami masak semua……lagi – lagi dengan nasi yang sedikit gosong di tambah kali ini kurang matang kami makan bersama langsung dari tempatnya…..Dan rasanya tetap sama hanya ada dua, enak atau enak banget……….
Waktu turun memang selau lebih cepat dengan sedikit tancap gas kita berlima jalan beriringan tetap dengan pormasi yang tidak pernah berubah dari awal…….
“ Sweaper….tetap di pake alasan untuk menutupi jalan gaya ngesot saya……Hahahaha “
Sampai juga di peradaban setelah 2 malam berkutat dengan hutan rimba dan segala cerita di dalamnya, Hanya cukup 1,5 jam kita untuk sampai di pos 1….perbedaan yang sangat jauh di banding saat kita naik……menunggu beberapa menit ojeg yang saya kontek dari pos 2 akhirnya tiba…..cepat saya naik 
“ es campur, baso yang pedas “ …..mulai terbayang
“ Gleekkk…… menelan ludah “  ketika lamunan buyar saat ban motor menerjang lubang……….
Alhamdulillah……Jam 2 kurang kita semua sampai di basecamp…tampak FARIDA menyambut kedatangan kami…….. 
 ( Sesaat sebelum meninggalkan basecamp )
Secepatnya saya lapor ke petugas basecamp, bersih – bersih sebentar tanpa mandi lalu kami berpamitan dengan semua yang ada di sana…Tukang ojeg yang sebenarnya seorang croser, petugas basecamp yang sudah menjaga FARIDA selama kami mendaki, teman – teman pendaki, gunung SUMBING yang bediri gagah…….semuanya…… ..
“ Perjalanan belum berakhir “
Dengan sedikit berlari kami bergegas menuju perempatan jalan untuk menunggu mobil yang mengarah ke wonosobo…Dengan peralatan pendakian yang masih menempel dibadan kami berlima jadi pusat perhatian selama dimobil…. Tapi yang saya pikir munggkin bukan penampilan kita yang membuat penumpang memperhatikan kita…mungkin karna bau tubuh kami yang berhari – hari tidak mandi selama mendaki……Hhahahahaha……
Sampai di pasar wonosobo kami turun untuk berpindah ke mobil jurusan purworejo….Dari sini kesabaran kami sedikit di uji…..waktu sudah semakin sore tapi bis masih aja anteng ngtem menunggu penumpang berjejal….status masih diam….
Setelah dirasa cukup sopir bis menginjak gas juga akhirnya, tetapi belum lama kami berjejalan di atas bis dengan seenaknya sang sopir dan kernet menyuruh semua penumpang turun untuk berpindah bis…dengan alasan
“ sudah sore mas mau pulang “  Status…….Mulai kesal
Setelah pindah kami kira bis mau langsung jalan…..eehh ini malah tetap ngtem dengan penumpang yang sudah berjejal….
“ Pa ko belum berangkat juga, bis kan udah penuh nunggu apa lagi “
“ Nanti pa kita berangkat 20 menit lagi, sekarang belum waktunya “ sambil melihat jam tangannya
“ Nunggu apa lagi pa….bapa lihat bis udah penuh gitu, kami lagi ngejar kereta “
Malah di jawab dengan ngeloyor pergi mencari penumpang
“ Yoo…..Porjo…porjoo “  Teriaknya……. Status kesal
Ni sopir ga tau kali gw lagi ngejar kereta, mana jarak wonosobo ke kutoarjo masih jauh lagi, 20 menit kemudian bis dengan kapasitas yang overload berangkat….Penuh dengan berbawai wajah, aroma dan tetesan keringat. Tiba - tiba suasana didalam mayasari bakti pindah ke wonosobo.
Nguping obrolan dari ibu – ibu ternyata bis yang kami naiki tidak langsung ke purworejo tetapi cuma sampai jalan longsor dan terpaksa harus transit terus berjalan kaki melewati longsoran untuk berpindah mobil disebrang sana.

Waktu semakin sore, jadwal kereta semakin dekat, alternatif kendaraan lain tidak ada  tetapi posisi kita masih jauh dari st.kutoarjo......Status semakin kesal.

Monopoli transportasi kembali terjadi..setelah 30 menit duduk dan kepanasan di dalam bis tetapi bis tidak kunjung berjalan padahal semua penumpang sudah berpindah....Dengan muka kesal dan baju basah karna keringat saya keluar bis dan mencari sang kondektur

" Pa...ini kapan berangkatnya semua penumpang sudah naik kan..."
" Nanti mas kita nunggu 1 bis lagi "
 Sedikit terjadi debat kusir.....
Ampun dah....jarak dari pasar wonosobo, belum diovernya, belum ngetemnya, belum jaraknya yang masih jauh, belum jalan melewati longsoran...jam berapa sampainya....???
Bisa - bisa ketinggalan kereta nih......
Status.......sangat kesal......kepala sedikit bertanduk dan asap mulai mengepul dari telinga

Krna tidak mau ketinggalan kereta kita coba nernegosiasi lagi dengan kondektur dan sopir bis, beruntung.....setelah bernegosiasi alot sang sopir akhirnya mau tetapi konsekwensinya kita harus membayar 2 kali lipat dari tarip biasa...setelah kejadian ojeg di sindoro sekarang kejadian lagi deh kena getok ongkos.....ya sudah...berangkaaattt.....

Mungkin karna sudah sore dan kasian kepada kita diperjalanan sang sopir bersedia mengantar kita langsung ke st.kutoarjo
Yeesss...syukur deh...urusan mobil sudah beres tinggal berharap jalanan purworejo tidak macet seperti jakarta

Tiktoktiktoktiktok......waktu serasa begitu cepat dan jalan sedikit macet berkali - kali melihat jam...40 menit lagi kereta berangkat....Selepas lampu merah terakhir sebelum st.kutoarjo sang sopir tiba - tiba berubah jadi sebastian vettel dan mengambil alih kemudi...se[ertinya sang sopir merasakan kegelisahan kita sehingga dia terus menginjak pedal gasnya dan memacu kencang mobil meliuk - liuk di jalanan. ketika bis berhenti di depan stasiun bergegas kita turun dan mengambil ceril masing - masing . walau pun diawal sempat dibuat kesal tapi sang sopir sangat membantu karna bersedia mengantar langsung ke stasiun, termima kasih pa sopir.

Suasana di st.kutoarjo penuh sesak waktu itu, antrian panjang bahkan sampai ke pelataran parkir...dengan wajah kucal,lusuh, bau dan peralatan pendakian yang masih menempel dibadan ber enam memasuki st.kutoarjo dan menjadi pusat perhatian orang yang ada di sana
Hahahahah....Bau dan kucel kali ya.......

Setelah berhasil melewati pemeriksaan tiket ternyata kereta sudah standby dari tadi tetapi waktu berangkat beberapa menit lagi, tanpa pikir panjang setelah menyimpan ceril saya dan TOMY bergegas mencari toilet dan madi karna sudah 3 hari tidak mandi sedangkan yang lain bergegas mencari makan.

Pukul setengah tujuh malam lewat sedikit kami berenam berkumpul di gerbong 3 kereta bisnis sawunggalih utama dengan penampilan paling kucel diantara penumpang lain, 5 menit kemudian kereta mulai bergerak meninggalkan st.kutoarjo........

Dan pecahlah suasana ketika masing - masing mebnceritakan kejadian yang selama ini disimpan, kejadian waktu tersesat menjadi topik yang paling lama, seru dan sedikit merinding membahasnya. TOMY dan BISMI dengan kejadian waktu turun dan naik lagi dari PESTAN, SARI dan CORA dengan kejadian kami bertiga diwatu kotak...Seru.....di pojokan gerbong berenam kita berbagi cerita.

Waktu merambat cepat, dingin dari AC semakin terasa malam sudah membungkus kami. kereta berlari cepat diatas rel melewati kota - kota di jawa tengah yang damai dan sepi, lengangnya jalanan dan temaramnya lampu - lampu rumah penduduk membuat kami tersentuh ketika teringat hiruk pikuk ibu kota.

Main petak umpet sama bos, st.kutoarjo, Ibu - ibu penjual sayuran di angkot, Kang amar penjual bubur, debatnya CORA dengan kondektur bis, turun lagi dari pos 2 sindoro, ketemu teman yang ga tau namanya, digetok tukang ojeg, puncak sindoro, tersesat di hutan, mules di watu kotak, kedinginan menunggu TOMY dan BISMI, teh manis hangat dari mahasiswa semarang, puncak sumbing......

Satu - satu kejadian selama perjalanan terlintas dan satu persatu mata kami pun terpejam dengan berbagai cerita didalamnya